Tingkatkan Promosi dibidang Parowisata, Dispapora Maros Beri Pelatihan Kepad Pengelola Wisata

Tingkatkan Promosi dibidang Parowisata, Dispapora Maros Beri Pelatihan Kepad Pengelola Wisata

 

INFO,MAROS — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispapora) menggelar pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata. Pelatihan tersebut digelar di Hotel Grand Town Maros, Kecamatan Mandai, Selasa (22/6/2022).

Hadir langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam membuka kegiatan. Ditandai dengan penyematan id card dan penyerahan beberapa perlengkapan peserta.

Pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata ini merupakan pelatihan ketiga yang digelar Disparpora sebagai upaya meningkatkan promosi serta pelayanan dibidang pariwisata Kabupaten Maros.

“Sebelumnya ada pelatihan pemandu wisata budaya, trus ada pelatihan pengelolaan desa wisata dan ini yang ketiga,” ungkap Chaidir.

Dirinya sangat senang dengan kegiatan positif ini. Menurutnya, 40 peserta yang hadir ini adalah para pejuang untuk membangun dan mengembangkan pariwisata di Maros. Membentuk inovasi baru dan mempublikasikan secara digital.

“Kami berharap besar pada pejuang pariwisata kita. Sekarang tantangan kita adalah ranah digital. Para pengelolah desa wisata harus mampu mengcover media sosial,” jelas Chaidir.

Wisata yang ada di Maros tidak kalah indahnya dengan wisata Kabupaten Lain. Terlebih Maros memiliki banyak keunggulan, salah satunya transportasi. Mulai dari tranportasi udara, transportasi laut, bahkan sebentar lagi transportasi darat akan bertambah dengan hadirnya tiga stasiun kereta api di Maros.

“Kita punya lokasi yang sangat strategis, ibarat Bogor yang sering di ramaikan oleh wisatawan Jakarta. Kita pun begitu, masyarakat Makassar yang ingin berlibur pasti akan memilih Maros,” bebernya.

Sementara itu Kadisparpora, Muhammad Ferdiansyah mengungkap, pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan SDM. Lebih lanjut, menambah motivasi dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan desa wisata dalam melakukan tata kelola bisnis dan pemasaran di destinasi pariwisata.

“Sasarannya, para peserta bisa lebih meningkatkan desa wisatanya. Tentu dengan berbekal materi yang akan disampaikan oleh para pemateri,” jelasnya.

Tidak hanya memiliki keindahan alam, Ferdiansyah menambahkan, perlu adanya tata kelola manajemen wisata yang baik.

“Para peserta akan tahu komponen-komponen dan faktor-faktor penting apa saja yang diperlukan dalam pengembangan dan penyelenggaraan tata pengelolaan bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata,” pungkasnya