Sebanyak 14.000 keluarga di Kabupaten Maros akan menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI. Keluarga penerima bantuan adalah mereka yang terkena dampak langsung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Kepala Dinas Sosial Maros, Kamaluddin Nur mengatakan, bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Sosial RI yang disalurkan melalui BNI.
Ia mengatakan, bantuan ini disalurkan setiap bulan, selama enam bulan berturut-turut.
“Ini program milik pemerintah pusat. Kami di daerah hanya memasukkan data. Khusus untuk Maros penerima bantuan ini sebanyak 14.000 keluarga. Jumlah ini terbagi di 14 kecamatan yang ada di Maros,” jelasnya, Selasa (5/10/2021).
Menurutnya, nantinya keluarga penerima bantuan akan mendapat bantuan Rp 200 ribu. Penyalurannya baru akan dilakukan pekan depan.
“Kita baru mau rapatkan di provinsi, terkait waktu penyaluran bantuannya. Kami dari pemerintah daerah tidak terlibat, karena pemberian bantuan itu langsung masuk ke rekening penerima bantuan,” jelasnya.
Diakuinya selama masa pandemi Covid-19, banyak bansos yang mengucur. Sebelumnya ada sekitar 19 ribu keluarga di Maros juga mendapatkan bantuan.
“Ada juga bantuan untuk program sembako. Jumlah bantuannya ini juga sama dengan jumlah yang diterima KPM senilai Rp200 ribu. Program ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu,” tegasnya.
Mantan Kabag Humas Pemkab Maros ini berharap, kucuran bantuan dari pusat ini bisa dimanfaatkan dengan baik bagi penerima bansos. (*)
