
Pemerintah Kabupaten Maros melakukan rapat monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanganan Covid-19 pihak Kemenko Polhukam di ruang rapat Kantor Bupati Maros, pada Senin 15 April 2021.
Sekda Maros, Andi Davied Syamsuddin mewakili bupati dan wakil bupati di hadapan pihak Kemenko Polhukam menyampaikan, kasus Covid-19 di Kabupaten Maros mengalami tren penurunan.
Saat ini, hanya terdapat tujuh kasus aktif Covid-19 saja, tiga di antaranya kasus tanpa gejala. Kasus kesembuhan berada di angka 96%. Angka kematian berada di tingkat 1,3%, dengan total konfirmasi kasus sebanyak 1.646.
“Sejak kasus Covid pertama pada tanggal 27 Maret 2020 ada tiga puncak kasus di Maros. Pertama pada bulan Juni, kedua pada bulan Agustus, dan puncak tertinggi berada pada bulan Desember dan Januari. Tepat tanggal 26 Januari 2021, menjadi puncak tertinggi kasus yakni sebanyak 297 yang terkonfirmasi aktif. Namun sejak tanggal itu pula terjadi penurunan terus menerus hingga hari ini,” jelasnya, dikutip media, Jumat (16/4/2021).
Di sisi lain, proses vaksinasi untuk memutus penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Sampai saat ini, vaksinasi telah dilakukan terhadap 13.000 orang, terdiri dari TNI-Polri, tenaga kesehatan, pelayan publik, termasuk tenaga pendidik dan tokoh-tokoh agama serta tokoh masyarakat.
Ketua Tim Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kemenko Polhukam, Kolonel Inf Suteikno Suleman menyampaikan, rapat koordinasi ini dilakukan berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
“Komite ini dibuat dalam rangka penanganan Covid-19 yang memutus mata rantai dan ekonomi masih bisa berjalan dengan lancar. Implementasinya kami mau tau sejauh mana pelaksanaannya, karena kebijakan-kebijakan dalam bidang kesehatan, ekonomi sudah banyak dikeluarkan termasuk kementerian lembanga terkait,” ungkapnya.
Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir yang hadir mengapresiasi kinerja pihak terkait dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.
Ia menyampaikan, dengan rendahnya kasus di Kabupaten Maros, memungkinkan diadakannya pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman ikut melaporkan penanganan Covid-19 meliputi, pelaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan melalui operasi penegakan yang dilakukan sejak awal pandemi sampai sekarang, terlibat dalam penerapan 3T yakni tracing, testing dan treatment, pendampingan UMKM, serta pemberian bantuan logistik selama masa isolasi.
“Selain membantu penanganan Covid, kami juga membuka akses gratis wifi untuk pembelajaran online sebagai wadah bagi siswa yang mengalami keterbatasan internet. Keterbatasan internet kerap dirasakan bagi siswa yang jauh dari pusat kota seperti tiga kecamatan yakni Camba, Mallawa, dan Cenrana. Selain itu kita juga aktif mensosialisasikan vaksinasi,” paparnya. (*)
