Legislator DPRD Sulsel Ungkap Kebiasaan Warga Tertua di Maros

H Puang Rewa

Legislator DPRD Susel, Irfan AB memposting meninggal manusia tertua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, H Usman Puang Rewa.

Maros bertetangga dengan Kota Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, Indonesia.

Legislator Partai Amanat Nasional atau PAN ini menyampaikan usia Usman Puang Rewa adalah 120 tahun.

Tapi di kartu tanda penduduk (KTP), Usman Puang Rewa tercatat lahir Maros, 12 Desember 1911 atau 109 tahun lalu.

Berikut tulisan postingan Irfan AB:

Innalillahi Wainna Ilahi Rajiun. Alfatiha. H. Usman Puang Rewa – Turut berduka atas berpulangnya. Semoga Husnul Khatimah.

H. Usman Puang Rewa tutup usia pada umur 120 tahun (Pengakuan Keluarga) Usia yang cukup panjang, dan mungkin sangat jarang yang menyamainya di Kabupaten Maros. Semoga amalan-amalan yg sudah ditorehkan selama 120 tahun menjadi ladang pahala bagi beliau. Amien

#wafatdiusia120tahun

#buktiktp109tahun

Ia menjelaskan selama ini tahunya, Usman Puang Rewa sudah berusia 120 tahun.

Tapi, beberapa dokumen lawasnya sudah hilang.

Puang Rewa pun tak tahu dimana dia simpan dokumen lamanya itu.

Dilansir dari Kompas.com, Kane Tanaka, manusia tertua di dunia merayakan ulang tahunnya yang ke 118 pada Sabtu (2/1/2021) di sebuah panti jompo di Fukuoka, Jepang.

Melansir The Mainichi, Tanaka lahir pada 2 Januari 1903, dan dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai manusia tertua di dunia yang masih hidup pada Maret 2019, ketika ia berusia 116 tahun.

Tanaka merayakan ulang tahunnya yang ke-118 bersama penghuni panti jompo lainnya. Dia mengaku sangat bahagia.

“Terima kasih semuanya,” kata Tanaka.

Petani dan Pendakwah

Dalam KTP Puang Rewa tertulis HP Rewa.

Ia dinyatakan meninggal dunia Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin 11 Januari 2021, pukul 09.00 Wita.

Selain bertani dan berkebun, almarhum juga menghabiskan waktunya menyebarkan agama Islam sebagai guru agama.

“Kakek saya merupakan jamaah Khalwatiyah Samman, dan kesehariannya dia menghabiskan waktunya sebagai pendakwah,” ujar salah satu cucunya, Syamsuddin ke Tribun.

Bahkan menurutnya, diakhir hidupnya, beliau tetap menjaga salat serta bacaan Al Quran.

“Tetap menjaga itu semua, karena beliau sudah sulit untuk bepergian, jadi aktivitas dakwahnya sudah tidak lagi berlanjut. Sampai beliau meninggal karena umur, tidak pernah mengalami sakit apa-apa,” jelasnya.

HP Rewa memiliki umur yang lebih panjang dari pada anak-anaknya.

Dari 8 orang anaknya, 5 diantaranya telah lebih dulu wafat.

“Anaknya ada 8 orang, dan saat ini tinggal 3 yang masih hidup. Yaitu P Intang (65), P Ngago (63), dan P Anne (58),” terangnya.

Ia pun berharap, agar segala amal ibadah almarhum tersebut diterima di sisi Allah SWT. (*)