BKPSDM Maros Dorong Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan ASN

BKPSDM Maros Dorong Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan ASN

MAROSINFO.COM,Turikale– Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan pemerintahan digital melalui perencanaan dan penganggaran terintegrasi efektif dan efisien lingkup pemda Maros.

 

Bimtek ini, menghadirkan Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah di Kementerian PANRB Mohammad Averrouce sebagai nara sumber.

 

Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendorong ASN transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.

 

Kepala BKPSDM Maros, Andi Sri Wahyuni AB, mengatakan, penguatan kapasitas ASN ini menjadi langkah penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang semakin berbasis digital.

 

Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.

 

“Sekarang tata kelola pemerintahan sudah berbasis digital. Karena itu, kita berharap seluruh aparatur semakin melek teknologi. Ini sudah menjadi tuntutan, terlebih berbagai layanan pemerintahan kini menggunakan aplikasi,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, kegiatan ini diikuti Kepala Perangkat Daerah serta sejumlah pejabat administrator dari perangkat daerah terkait, termasuk unsur komunikasi dan informatika, keuangan, kepegawaian, serta inspektorat.

 

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengubah pola pikir dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

 

Salah satu penerapan digitalisasi, kata dia, terlihat dalam layanan administrasi kepegawaian.

 

Proses kenaikan pangkat ASN, misalnya, kini dapat dilakukan dengan memanfaatkan data digital tanpa harus mengandalkan pengumpulan berkas fisik seperti sebelumnya.

 

Namun, penerapan sistem tersebut membutuhkan kedisiplinan aparatur dalam memperbarui dan melengkapi data kepegawaian pada sistem informasi yang digunakan.

 

“Kalau datanya tidak lengkap, layanan kepegawaian bisa terkendala dan tidak dapat diproses secara otomatis. Karena itu, setiap ASN harus memastikan data mereka selalu diperbarui,” jelasnya.

 

Selain digitalisasi, pelatihan tersebut juga menekankan penerapan manajemen talenta dalam pengembangan karier ASN, khususnya untuk proses promosi dan mutasi jabatan.

 

Andi Sri Wahyuni menyebutkan, Kabupaten Maros telah memperoleh rekomendasi untuk menerapkan manajemen talenta. Melalui sistem ini, pengelolaan karier ASN diharapkan lebih objektif, transparan, dan berdasarkan kompetensi serta kinerja.

 

Dia menambahkan, peningkatan kompetensi ASN juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelatihan dan pengembangan kapasitas bukan sekadar fasilitas bagi pegawai, melainkan bagian dari kewajiban untuk terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan sesuai kebutuhan organisasi.

 

Ke depan, BKPSDM Maros berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan materi yang lebih teknis dan menjangkau lebih banyak aparatur, termasuk pejabat pada level bidang dan unit kerja.

 

Dengan demikian, transformasi digital dan penerapan manajemen talenta diharapkan dapat berjalan optimal serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Bupati Maros, AS Chaidir Syam saat sambutan mengatakan, transformasi digital dan penerapan manajemen talenta merupakan bagian penting dari upaya membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

 

“Digitalisasi harus diikuti dengan perubahan pola kerja dan peningkatan kualitas sumber daya aparatur. Kita ingin seluruh ASN di Maros mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan akurasi, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel,” katanya.

Dia berharap selepas Bimtek ini, Seluruh Kepala Dinas harus faham tentang digitalisasi.