Bupati Maros Bagi-bagi Masker Ke ASN 

Bupati Maros Bagi-bagi Masker Ke ASN 

MAROSINFO.COM,Turikale– Bupati Maros, AS Chaidir Syam membagi-bagikan masker kepada seluruh ASN. Pembagian masker dilakukan saat apel rutin Pemkab Maeos Senin (12/10/2026) di Lapangan Pallantikang. Satu per satu ASN perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara simbolis menerima masker dari Bupati.

 

Pembagian masker ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

 

Tidak hanya ASN, mantan ketua DPRD Maros ini mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul kondisi cuaca yang ekstrem dan berkabut dalam tiga hari terakhir.

 

Chaidir mengatakan, kondisi cuaca tersebut perlu diwaspadai karena dikhawatirkan berkaitan dengan dampak kebakaran hutan yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

 

“Kalau berada di luar ruangan, kita berharap seluruh ASN menggunakan masker dan tetap menjaga kesehatan,” ujar Ketua PMI Maros ini.

 

Selain penggunaan masker, Chaidir juga mengimbau ASN dan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Ia menyarankan agar kegiatan dilakukan di dalam ruangan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang dinilai kurang baik.

 

“Kita berharap seluruh ASN maupun masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar kalau memang tidak penting. Kalau tidak ada keperluan mendesak, mungkin di dalam ruangan saja karena cuaca saat ini agak buruk,” jelasnya.

 

Menurut Chaidir, kondisi cuaca yang berkabut tersebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari. Pemerintah Kabupaten Maros juga menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana terkait kondisi udara di wilayah tersebut.

 

Chaidir menyebut, penggunaan masker tidak hanya untuk mengantisipasi kabut akibat karhutla tapi juga antisipasi virus influenza. Meski belum ada kasus influenza di Maros, namun pihaknya perlu mengantisipasi.

 

“Kita tahu dibeberapa daerah sudah asa kasus influenza sehingga kita perlu mengantisipasi termasuk penggunaan masker,” bebernya.

 

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr Yunus menyebut hingga saat ini belum ada kasus influenza di Maros. Menurutnya agak sulit dideteksi karena perlu pemeriksaan laboratorium.

 

“Gejalanya sama dengan flu biasa, bedanya lebih susah sembuh. Misalnya sudah ke puskesmas diberi obat tapi tidak sembuh-sembuh akan kita rujuk dan menjalani pemeriksaan laboratorium di rumah sakit,” jelasnya.

 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar apabila tidak mendesak hingga kondisi cuaca kembali membaik.