INFO,MAROS – Pasca terkena angin puting beliung di Kecamatan Bontoa, Bupati Maros, Chaidir Syam, menginstruksikan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan kepada yang terkena dampak bencana tersebut pada, Senin, 21 Februari 2022.
Atas musibah tersebut sebanyak 63 rumah warga nampak rusak akibat terjangan angin puting beliung.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan pemberian bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan masyarakat yang terkena musibah.
“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terkena musibah,” katanya, Senin, 21 Februari 2022.
Alumni Ilmu Pemerintahan Unhas itu menjelaskan, bantuan yang didistribusikan berupa makanan siap saji, selimut, hingga terpal.
“Bantuan ini berasal dari Mensos, yang kita terima pada Senin, 7 Februari 2022 lalu, semoga ini bisa bermanfaat, karna kan banyak masyarakat kita yang yang atap rumahnya terbawa angin puting beliung,” ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD itu mengatakan ada 63 paket yang akan didistribusikan .
“Desa Minasaupa 28 paket, Salenrang 18 paket, Ampekale dua paket,Bontoa empat paket, Bontolempangen 11 peket,” ucapnya.
Dia juga menghimbau warga tetap siaga. “Tidak boleh lalai. Sebab menurut BMKG beberapa hari ini cuaca sedikit ekstrem,” beber dia.
Beberapa waktu lalu memang Mensos menyerahkan bantuan ke Kabupaten Maros.
Bantuan tersebut berupa 1 unit perahu karet, Maros juga mendapat bantuan 100 lembar tenda gulung, 100 lembar selimut, 120 paket makanan anak, 300 paket makanan siap saji, 100 lembar matras, 100 paket popok bayi, dan 100 paket pembalut wanita.
Sementara itu, Camat Bontoa, Mulyadi mengatakan, Angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Bontoa terjadi, Minggu, 20 Februari 2022, pukul 17.00 Wita.
“Akibatnya, puting beliung menerjang sebanyak 64 rumah milik warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.
Mulyadi menerangkan puluhan rumah yang mengalami kerusakan tersebar di 6 desa.
“Bontoa empat rumah, Bontolempangan 11 rumah, Minasaupa 28 rumah , Salenrang 18 rumah, Ampekale dua rumah, dan pajukukang satu rumah,” ungkapnya.
Selain rumah warga, Kantor desa Bontolempangan juga terdampak angin puting beliung.
“Jadi kantor desa Bontolempangan juga terkena, hampir sekitar 60 mengalami kerusakan,” katanya.
Tak hanya rumah warga dan fasilitas desa, namun juga tiang listrik juga ambruk diterpa angin.
“Nah, akibat kabel listrik tersebut ada satu orang yang mengalami kecelakaan, namun dalam keadaan baik baik saja, saat ini sedang dirawat di Puskesmas,”imbuhnya.
Akibat kerusakan tiang listrik itu berdampak pada pemadaman listrik bagi tiga desa.
“Saat ini sudah di evakuasi, sudah dimatikan dari tadi malam dan sampai saat ini masih padam, antara lain desa Ampekala, Minasaupa, dan Salenrang,” jelasnya.
Saat ini pihaknya juga sedang mendata masyarakat yang terkena dampak.
“Sementara ini kita sedang identifikasi, mendata yang harus diberikan bantuan, saat ini ada 35 rumah yang sudah kita data,” katanya.
Dia juga mengatakan saat ini sebagian warga ada yang mengungsi di rumah keluarganya.
“Ada juga yang tetap bertahan didalam rumahnya, untuk mereka yang masih memungkinkan rumahnya untuk ditinggali,” katanya.
