Info Maros

Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pattene Maros Imbau Penerapan Protokol Kesehatan

Jamaah Tarekat Khalwatiyah Samman akan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Pattene Desa Temmapaduae Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, juga dirangkaikan dengan peringatan hari wafatnya pimpinan Tarekat Khalwatiyah Samman yang ke 54 tahun.

Meski puncak kegiatan baru akan dilaksanakan Rabu 27 Oktober 2021, namun ratusan jamaah sudah mulai berdatangan. Jamaah berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Tak hanya itu, pun terdapat kurang lebih 20 orang dari Kalimantan Timur dan sekitar 70 orang dari Kalimantan Utara.

Ketua panitia kegiatan ini, Andi Achmad Yaumal mengatakan jamaah yang datang diperkirakan akan mencapai 1000 orang.

Jumlah ini, diakuinya cukup mengalami penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 4.000 jamaah.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, dari pihak Polres Maros, kami diwajibkan untuk menjadwal kedatangan jamaah sesuai dengan daerah asalnya,” katanya.

Untuk hari Senin, di khususkan bagi jamaah dari Kabupaten Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang dan Soppeng.

Selanjutnya dari Bulukumba, Sinjai dan Takalar. Pada hari Rabu, Palopo, Siwa dan Pangkep, Maros dan Makassar. Hal ini dilakukan untuk mencengah penumpukan jamaah.

“Dengan ini kita bisa menghindari penumpukan jamaah, karena jamaah yang hadir hari ini, kemudian bisa kembali ke kampung halamannya setelah melakukan ibadah dan berziarah dalam rangka haul Puang Lompo,” jelasnya.

Selain memberikan jadwal kedatangan, pihak panitia juga senantiasa menghimbau penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jammah.

“Kami juga senantiasa menghimbau kepada para jamaah untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, dan sebelum memasuki area ini juga para jamaah akan menjalani pengecekan suhu tubuh,” sebutnya.

Bagi jamaah yang tiba di Pattene, akan melakukan serangkaian ibadah, seperti dzikir usai sholat Isya dan Subuh.

“Untuk jamaah yang telah tiba disini akan melakukan ibadah seperti sholat berjamaah lima waktu, dzikir usai sholat Isya dan Subuh, kemudian berziarah ke makam Puang Lompo dan para khalifah khalwatiyah samman serta keturunan dari puang lompo,” jelasnya.

Ia mengatakan, puncak Maulid akan diisi dengan beberapa kegiatan dan hikmah Maulid yang akan dibawakan oleh tokoh MUI.

Ia berharap jamaah bisa tetap melakukan ibadah dengan khusyuk meski dalam kondisi terbatas akibat Covid-19.