Jumlah Kasus Covid-19 di Maros Saat Ini 114 Orang

Ilustrasi Covid-19

Kasus Covid-19 di Kabupaten Maros kembali mengalami peningkatan.

Plt Dinas Kesehatan Maros, dr Muhammad Yunus menyampaikan,  peningkatan kasus pada Kamis 8 Juli 2021, mencapai 26 orang.

“Memang ada penambahan 26 kasus, ada yang sembuh satu orang dan meninggal dunia empat orang,” ujarnya, melalui Tribun Timur, Ahad (11/7/2021).

Jumlah kasus Covid-19 saat ini berjumlah 114 orang dan tersebar di 13 kecamatan.

“Delapan orang dari Marusu, masing-masing empat orang dari Maros Baru dan Lau, masing-masing dua orang dari Bontoa Mallawa dan Tompobulu, satu orang berasal dari Cenrana,” jelasnya.

Sementara 10 orang lainnya berasal dari Tanralili, 13 orang dari Bantimurung dan 15 orang dari Simbang.

Kecamatan dengan kasus tertinggi yakni Moncongloe 16 kasus, Turikale 18 kasus, Mandai 19 kasus.

Ia mengungkapkan, diduga pasien tertular akibat adanya kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

“Kasus yang ditemukan sebagian besar hasil tracing dan testing kontak terhadap konfirmasi aktif sebelumnya. Paling banyak klaster keluarga,” tuturnya.

Namun ada pula klaster baru yang ditemukan seiring bertambahnya kasus.

“Ada klaster baru yang ditemukan yakni klaster pedagang dan juga klaster perjalanan. Sisanya itu ditemukan saat pemeriksaan acak dan belum menjadi suatu klaster,” paparnya.

Dari 114 pasien, 14 di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit, lainnya melakukan isolasi mandiri.

Ia mengatakan untuk menekan kenaikan kasus Covid-19 di Maros, disiplin protokol kesehatan terus ditegakkan.

Saat ini Satgas Covid-19, kata dr Yunus gencar melakukan pemeriksaan 3T.

Kegiatan vaksinasi juga terus digalangkan untuk seluruh masyarakat demi memperkuat antibodi.

Ia berharap masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan mendukung program vaksinasi.

Tak hanya itu, Pemkab Maros telah memberlakukan PPKM Mikro sejak 9 Juli 2021.

Hingga saat ini total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kabupaten Maros adalah sebanyak 1.795. Dan untuk pasien yang sudah sembuh mencapai 1.649 orang. Sementara yang meninggal dunia 32 orang. (*)