Tinggal di Rumah Reyot, Pasutri di Maros Harap Uluran Tangan: Bupati Chaidir Syam Siap Tindak Lanjut

Tinggal di Rumah Reyot, Pasutri di Maros Harap Uluran Tangan: Bupati Chaidir Syam Siap Tindak Lanjut

MAROSINFO.COM – Kisah pilu datang dari Dusun Panaikang, Desa Pajjukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Sepasang suami istri, Harlina (40) dan Aco (40), bersama empat anak mereka, tinggal di rumah kayu lapuk yang nyaris roboh.

 

Kondisi rumah yang reyot dan bocor membuat keluarga ini bertahan hidup dalam ketidaknyamanan. Saat hujan, air merembes masuk, dan angin kencang membuat rumah bergetar. “Kami tetap bertahan di dalam rumah walau sering ketakutan kalau hujan deras datang,” kata Harlina, Kamis (17/4/2025).

 

Minim perabotan, rusaknya alat elektronik, hingga papan berlubang yang menjadi tempat tidur, menjadi potret keseharian keluarga ini. Pendapatan sang suami yang hanya bekerja serabutan membuat mereka kesulitan memperbaiki rumah, bahkan memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

 

Bupati Maros, Chaidir Syam, angkat bicara soal kondisi tersebut. Ia menyebut telah menerima laporan dan langsung menginstruksikan Dinas Sosial serta Camat Bontoa untuk melakukan identifikasi dan memberikan bantuan awal.

 

“Jika rumah berdiri di atas tanah milik sendiri dan ada sertifikat, bisa diusulkan masuk program bedah rumah dari Pemda atau Baznas,” ujar Chaidir. Ia menambahkan, nilai bantuan bervariasi tergantung kondisi rumah, dengan estimasi antara Rp25 juta hingga Rp50 juta.

 

Kepala Dusun Panaikang, Usman, mengaku sudah beberapa kali mengusulkan bantuan, namun hingga kini belum terealisasi. “Sudah lima tahun kondisinya seperti itu,” ucapnya.

 

Pihak Pemkab Maros pun tengah berkoordinasi dengan Baznas untuk penanganan lebih lanjut. Kini, harapan besar disematkan pada pemerintah agar rumah peninggalan orang tua Harlina bisa segera diperbaiki dan layak dihuni.