Bupati Maros Peringati Harlah bersama Penggerak GAK

Gerakan Ayo Kuliah

Mahasiswa binaan “Gerakan Ayo Kuliah” (GAK) memperingati hari lahir ke-62 Kabupaten Maros.

Kegiatan ini berlangsung di Baruga B Kantor Bupati Maros, Ahad (4/7/2021).

Sejatinya peringatan adalah sebuah muhasabah dan merefleksi kehakikian perjalanan kedaerahan, maka para mahasiswa binaan GAK menitip harapan dan semangat kebaikan terhadap Kabupaten Maros.

Selain itu, PKH Kabupaten Maros serta seluruh penggerak GAK meluncurkan Forum Gerakan Ayo Kuliah sekaligus lagu mars GAK.

Bersama Bupati Maros, Chaidir Syam dan Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, Kepala Dinsos Maros, Korkab PKH serta penggerak GAK menyanyikan lagu Generasi Harapan yang dipandu oleh Bunda GAK

Kegiatan lainnya adalah rapat koordinasi 14 kecamatan memetakan masalah dan solusi dari mahasiswa binaan GAK yang berasal dari ratusan asal sekolah menengah dan berbeda kampus dan jurusan yang dipilih.

Beberapa yang tidak terjangkau dalam KIP kuliah menjadi catatan khusus priotas untuk penggerak GAK dalam advokasi.

Termasuk kampus UMMA Maros yang mendominasi binaan GAK, serta yang sangat membahagiakan beberapa mahasiswa binaan GAK lolos dalam ujian masuk Unhas melalui jalur SBMPTN.

Chaidir Syam menyampaikan rasa bahagianya bisa hadir di tengah-tengah anak generasi harapan.

“Semua orang melalui prosesnya, saya sangat bahagia bisa hadir di tengah-tengah generasi harapan yang insya Allah tahun-tahun berikutnya adalah generasi emas Kabupaten Maros. Pejuanglah yang akan meraih kesuksesan, ayo kuliah!,” ucapnya.

Dia melanjutkan bahwa saat kuliah, dirinya juga berjuang dengan orang tua PNS, dia paham makna berjuang.

“Maka kitalah pemilih semangat juang sesungguhnya. Sekali lagi saya sangat bahagia memperingati hari lahir Kabupaten Maros bersama para generasi Maros,” lanjutnya.

Sementara, Andi Patarai Amir berjanji akan senantiasa membersama GAK, sebab merekalah generasi sesungguhnya yang harus dirawat.

Koordinator PKH Maros, Muhammad Agus Bj mengemukakan bahwa pendidikan adalah jalan terakhir memutus rantai kemiskinan.

“Harapan-harapan kebaikan kita memutus rantai pra sejahtera adalah mengawinkan dengan gerakan. Menyemogakan banyak kebaikan untuk masyarakat Maros dan daerah kita yang kita cintai. Membangun peradaban kota pendidikan bebas stunting dan stop perkawinan anak,” jelasnya. (*)