INFO, MAROS – Harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan masih mahal dan langka.
Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Modern (Tramo) di Kecamatan Turikale, sejumlah pedagang menjual minyak goreng dengan harga yang masih tinggi lantaran stok dari distributor terbatas.
Salah seorang pedagang Ismail mengatakan kenaikan harga minyak goreng dipicu terbatasnya pasokan dari distributor.
” Harga minyak goreng untuk 1 liternya itu kami jualkan 30 ribu, sementara untuk minyak 2 liter 60 ribu rupiah, “Jelasnya.
Tidak hanya minyak goreng kemasan yang sulit didapatkan, kini stok minyak curah juga mengalami hal serupa bahkan kondisi sudah lebih dari 3 pekan
Pedagang minyak goreng Najmawati mengatakan sudah seminggu tidak menjual minyak curah.
“Sudah sekitar semingguan minyak curah hilang di pasar. Sisa minyak kemasan yang kita jual,”jelasnya.
Lebih lanjut katanya kekosongan stok minyak curah ini disebabkan stok di penampungan kilang minyak memang kosong.
“Informasi dari Distributor katanya penampungan kilang kosong. Katanya tanggal 25 baru ada,” katanya.
Sebelum hilang kata dia, harga minyak curah itu sudah naik.
“Harga awalnya itu Rp14 ribu per kilogram kemudian naik menjadi Rp18 ribu per kilogram. Kemudian setelah stok habis kita sudah tidak dapat lagi,” jelasnya.
Saat ini kata dia, pedagang hanya menjual minyak kemasan saja yang harganya juga bervariasi.
“Kalau minyak kemasan itu harganya bervariasi, mulai Rp55 ribu hingga Rp65 ribu per dua liter. Tergantung mereknya saja. Paling mahal itu merek Sunco,” ungkapnya.
Itupun kata dia, stok minyak kemasan miliknya sudah mulai menipis.
“Sekarang minyak kemasan yang kita jual juga stoknya sudah tidak ada yang kardus. Sisa yang dipajang saja,” katanya.
Dia pun mengaku harga minyak saat ini cukup tinggi. Sebab sebelumnya hanya berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per dua liternya.
