Bocah Tanpa Anus di Maros Akhirnya Dievakuasi ke RS Plamonia

Bocah Tanpa Anus di Maros Akhirnya Dievakuasi ke RS Plamonia

INFO, MAROS – Tim Rumah Sakit Angkatan Darat Plamonia Makassar bersama personil Kodim 1422 Maros, mengevakuasi bocah penderita Atreasi Ani, Salma (4) dari rumahnya di desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Selasa (22/02) kemarin.

Salma bersama keluarganya, pun terpaksa harus menggunakan sampan karena akses menuju rumahnya terputus lantaran banjir. Mereka lantas dibawa menggunakan ambulans milik TNI Angkatan Darat untuk di bawa ke Rumah Sakit Plamonia Makassar.

Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman mengatakan, setelah kunjungan Panglima Kodam Hasanuddin beberapa waktu lalu, pihaknya memang telah mempersiapkan agar bocah malang itu bisa segera di bawa untuk dilakukan operasi.

“Alhmadulillah tadi pagi, tim kami telah membawa Adik Salma untuk dibawa ke Plamonia untuk dilakukan operasi sampai penyakit bawaannya itu bisa disembuhkan secara total. Tadi memang kondisinya banjir jadi harus naik perahu,” kata Budi.

Budi menyampaikan, bantuan pengobatan ke bocah malang itu dilakukan dengan adanya program Karsa Manunggal Mandiri 2022 yang dilakukan oleh Kodim 1422 Maros. Program ini meliputi bantuan pengobatan kepada orang tidak mampu, bedah rumah dan renovasi tempat ibadah.

“Jadi diluar dari tugas pokok kami, di Kodim ini kami tengah menjalankan program Karsa Manuggal Mandiri dan memang ini salah satu bagian dari program ini. Seperti pengobatan, bedah rumah dan renovasi tempat ibadah,” paparnya.

Selain Salma, Kodim 1422 Maros juga tengah menyasar dua orang anak kurang mampu lainnya yang mengidap penyakit langka. Seperti di daerah Camba, seorang anak lelaki umur satu tahun yang mengidap pembengkakan tulang ekor.

“Jadi untuk tahun ini ada tiga keluarga yang Insya Allah akan kami bantu dari swadaya dan para donator. Semunya memang keluarga yang kurang mampu dan butuh bantuan untuk biaya pengobatan dan juga rumahnya akan kita bedah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pangdam XIV/ Hasanuddin, Mayjen Andi Muhammad berkunjung langsung ke rumah Salma yang terlahir tanpa anus itu. Pangdam berjanji, akan membantu seluruh biaya pengobatan Salma sampai tuntas di rumah Sakit Plamonia Makassar.

Tak Cuma itu, Rumah orang tua Salma juga akan direnovasi agar layak untuk dihuni oleh keluarga yang hanya menggantungkan hidup dari bekerja serabutan itu. “Kita bantu pengobatannya sampai tuntas. Begitu juga rumahnya kita akan renovasi,” ucap Pangdam.

Diketahui, orang tua Salma, selama ini telah berupaya untuk mengobati penyakit yang diderita putri keduanya itu. Hanya saja, karena keterbatasan biaya, mereka harus lebih lama menunggu. Bahkan, sekadar untuk membeli kantong pembuangan kotoran dari saluran perut Salma, mereka tidak mampu.

Ayah Salma, Mansyur sendiri bekerja sebagai buruh bangunan yang hanya mendapatkan upah Rp 90 ribu perhari. Semenatara ibunya, Nurjannah hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan tidak berpenghasilan.