
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berencana memperluas tempat pembuangan akhir sampah di Desa Bonto Matene Kecamatan Mandai yang saat ini sudah tak mampu menampung produksi sampah warga.
Luas tempat pembuangan sampah milik Pemkab Maros, kini mencapai 10 hektare di lokasi itu. Rencananya, luasnya akan ditambah 2 hektare lagi untuk menampung produksi sampah, minimal untuk 2 tahun mendatang.
“Tempat pembuangan akhir sampah yang ada saat ini sudah hampir penuh dan akan habis sampai tahun depan. Makanya kita berencana akan menambah lahan seluas 2 hektare,” kata Bupati Maros, Chaidir Syam.
Pihaknya tengah mempersiapkan proses pembebasan lahan warga sesuai harga yang akan ditentukan oleh apraisal. Lahan yang disiapkan untuk tempat pembuangan akhir sampah itu, juga jauh dari pemukiman warga.
Saat ini, kapasitas tempat pembuangan akhir sampah Bonto Matene sudah tidak mampu lagi menampung produksi sampah warga Maros yang mencapai 300 ton perbulan atau sekitar 10 ton perharinya.
“Untuk lahannya sudah ada dan dalam proseslah, tinggal kita bebaskan, sesuai dengan harga yang diberikan apraisal. Sampah kita itu mencapai 300 ton perbulan dan itu sudah tidak bisa di tampung di sana,” lanjutnya.
Menanggapi hal itu, aktivis lingkungan, Iwan Dento mengatakan, program penanggulangan dan penanganan sampah seharusnya diubah dari pola pemindahan sampah dari rumah ke tempat pembuangan akhir sampah menjadi pengolahan sampah menjadi produk baru. (*)
