
Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari bersama Ketua TP-PKK Ulfiah Yusuf, serta anggota Satuan Tugas (Satgas) Pangan Maros, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap takjil yang dijual di lingkungan pasar, Selasa (27/4/2011).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek apakah panganan tersebut mengandung bahan berbahaya. Takjil yang diperiksa di antaranya cendol, kolang kaling, cingcau dan beberapa lainnya.
Wakil Bupati Maros menjelaskan, sidak makanan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama BPOM.
Hal ini untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin membeli takjil sebagai santapan buka puasa.
Dalam sidak tersebut, ada 18 sampel makanan yang diambil untuk diteliti oleh BPOM. Tak sampai lima menit, hasil pemeriksaan terhadap sampel sudah keluar.
“Melalui sidak yang dilakukan di bulan Ramadhan ini, kami berharap bahan-bahan yang menjadi kebutuhan rumah tangga untuk berbuka puasa bisa dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Dan berdasarkan hasil sidak hari ini, seluruh jajanan takjil yang dijual dinyatakan aman oleh BPOM,” ungkapnya.
Aksi sidak akan dilakukan hingga menjelang lebaran. Sebisa mungkin akan dilakukan di seluruh pasar yang ada di Kabupaten Maros.
Pengawas Penelitian BPOM, Andi Muliyati menyampaikan, petugas akan memeriksa sampel untuk mengetahui kandungan pada bahan makanan tersebut. (*)
