BAZNAS Beri Layanan Kesehatan ke Pasien Stunting di Maros

Rumah Sehat BAZNAS Makassar melakukan kunjungan ke pasien stunting yang berada di Kabupaten Maros.

BAZNAS Gelar Layanan Kesehatan untuk Pasien Stunting di Maros

Kunjungan Rumah Sehat BAZNAS Makassar didampingi BAZNAS Maros serta BAZNAS Tanggap Bencana Maros untuk memperoleh data pasien tersebut.

Ketua BAZNAS Maros, Andi Said Patombongi menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari program penanganan stunting di Rumah Sehat BAZNAS Makassar. Kunjungan dilakukan pada Kamis 3 September 2020 lalu.

“Pasien yang dikunjungi merupakan kakak-beradik, anak dari Marlina, keduanya menderita stunting yang berdomisili di Maros,” ujarnya.

Ikbal merupakan saudara tertua telah berusia 7 tahun dengan berat 12,6 kg dan tinggi 107 cm, kondisinya sangat miris.

Saat ini Ikbal tidak dapat berjalan dan menderita lumpuh layu akibat gizi buruk yang dideritanya sejak lahir. Ikbal hanya bisa berbaring dan berharap dari ibunya.

Ulfa merupakan adik dari Ikbal saat ini telah berusia 3 tahun dengan berat 7,5 kg dan tinggi 79 cm.

Kondisi Ulfa sedikit lebih baik dari kakaknya. Ulfa juga menderita gizi buruk. Berat badan yang terhitung rendah untuk anak seumurannya menyebabkan Ulfa tidak dapat berjalan.

Kondisi ekonomi dari keluarga menyebabkan kurangnya asupan nutrisi pada Ikbal dan Ulfa. Marlina merupakan orang tua tunggal tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk kedua anaknya.

Kunjungan Tim Layanan Luar Gedung Rumah Sehat BAZNAS Makassar kali ini selain melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala, juga memberikan bantuan berupa susu dan vitamin.

Kunjungan rutin yang dilakukan BAZNAS Maros dengan memberikan bantuan sembako kepada keluarga ini sangat membantu terutama di masa pandemi ini.

“Kedepannya Rumah Sehat BAZNAS Makassar akan terus berkolaborasi dengan BAZNAS Maros untuk mengentaskan masalah kesehatan yang ada di Maros,” ujarnya, Sabtu (19/9/2020).

Untuk diketahui, stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi.

Data Riskesdas 2018 menunjukkan terdapat 4,53% anak yang menderita gizi buruk di Kabupaten Maros. Sedangkan anak penderita gizi kurang mencapai 19,06%.

Hal ini menunjukkan kasus stunting masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Maros. (*)

Selanjutnya

Bupati Maros Pantau Sarana Kawasan Wisata Air Terjun Bantimurung

Sab Sep 19 , 2020
Bupati Maros, HM Hatta Rahman memantau mengunjungi kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung Maros. Kunjungan ini untuk memantau kondisi sarana dan prasarana yang terdapat di kawasan wisata andalan Kabupaten Maros tersebut. Bupati Maros dalam kunjungannya didampingi Plt Kadis PUPR Maros, Mutazim Mansyur, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Maros, M Ferdiansyah dan […]
Bupati Maros Pantau Sarana Kawasan Wisata Air Terjun Bantimurung