Pemuda Korban Penembakan di Barukang Makassar Dimakamkan di Maros

Pemuda korban penembakan di Jalan Barukang Makassar, Anjas (23 tahun), dimakamkan di Desa Borikamase Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros, Senin (31/8/2020).

Pemuda Korban Penembakan di Makassar Dimakamkan di Maros
Jenazah Anjas dikawal oleh Polres Pelabuhan Makassar, dari RS Bhayangkara Makassar ke lokasi pemakaman.

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadarislam mengatakan, pihaknya ikut mengawal prosesi pemakaman.

“Sebagai bentuk bela sungkawa, kami membiayai dan ikut membantu prosesi pemakaman almarhum,” ujarnya.

Ia mengatakan proses penyidikan akan terus berlanjut.

“Terkait proses penyidikan, kemarin Polri sudah mengatakan bahwa penyidikan akan terus berjalan secara transparan dan jika terbukti, akan dilakukan penindakan kepada anggota yang melakukan penembakan,” jelasnya.

Saat ini sudah ada 11 orang yang diperiksa terkait kejadian ini.

“Sementara sudah ada 11 anggota yang diperiksa dan 4 orang warga sipil yang dimintai keterangannya,” jelasnya.

Ia mengimbau agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi anggota kepolisian lainnya agar lebih berhati-hati dalam penggunaan senjata api.

“Saya mewakili Polri, meminta maaf kepada 3 orang korban yang tertembak dan semoga ini menjadi kejadian yang terakhir,” ungkapnya, mengutip Tribun Maros.

– Sosok Anjas di mata keluarga

Bagi keluarganya, sosok almarhum Anjas adalah orang yang ramah.

Paman Anjas, Nasrun mengatakan, ia tidak menyangka keponakannya akan mengalami hal ini, padahal saat kejadian Anjas hanya sedang duduk bersama temannya.

“Anaknya ramah dan pekerja keras, jadi temannya banyak. Cuma nongkrong dia sama temannya, tiba-tiba dapat kabar kalau dia kena tembak,” ujarnya sambil menangis, saat ditemui usai pemakaman.

Ia menambahkan, Anjas adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan merupakan anak yang patuh.

“Anaknya baik sekali, tidak pernah membantah kalau disuruh atau dinasehati,” jelasnya.

Paman Anjas lainyya, Rusli mengatakan, meski keluarga sudah memaafkan, namun proses hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang ikut membantu biaya perawatan dan pemakaman, namun proses hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Untuk diketahui, tiga pemuda warga Jalan Barukang Kelurahan Pattingaloang Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar yang tertembak adalah Anjas (23) tertembak pada bagian kepala, Ammar (18) dan Iqbal (22), keduanya tertembak pada bagian kaki.

Ketiganya dilarikan di RS Bhayangkara Makassar, namun sayang nyawa Anjas tidak bisa diselamatkan.

– Keterangan Propam Polda Sulsel

Propam Polda Sulsel terus mendalami kasus penembakan tiga warga Jalan Barukang Makassar, yang terjadi Minggu 30 Agustus dini hari, kemarin.

Ketiga korban tertembak itu masing-masing Anjas (23), Iqbal (22) dan Hajar Aswad (18). Satu dari ketiganya, yakni Anjas, meninggal dunia akibat luka tembak di kepala.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan mengatakan, kasusu ini masih dalam penyelidikan, sejauh ini sudah ada 10 orang diperiksa termasuk warga yang ada di lokasi kejadian.

Selain pemeriksaan terhadap polisi dan warga, dalam penyelidikan itu pihaknya mengaku masih menunggu hasil uji balistik Laboratorium Forensik Makassar.

“Jadi belum ada tersangka, penyelidikannya masih jalan karena kan kita harus tunggu juga hasil uji balistiknya, proyektilnya juga masih dicari,” ujarnya, kepada wartawan saat ditemui di pelataran Biddokkes Polda Sulsel.

Kehadiran Kombes Pol Agoeng di Biddokkes Polda Sulsel, untuk memberikan penjelasan ke keluarga korban langkah-langkah yang telah dilakukan.

– Kronologi menurut Polisi

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, anggota kepolisian terpaksa memberi tindakan tegas dengan penembakan karena melakukan pengeroyokan terhadap anggota Polri, meskipun sudah diberikan tembakan peringatan.

Dari penjelasan Kapolsek Ujung Tanah Makassar, AKP Ridwan melalui Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat itu anggotanya melakukan penyelidikan di sekitar Jalan Barukang dan Jalan Bolu.

Mereka melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan terhadap MR, pada Rabu 26 Agustus 2020 lalu, yang dilakukan oleh NA warga  Jalan Sabutung Baru.

Saat sementara menyelidiki pelaku kasus pengeroyokan, ketika itu anggota bertanya kepada kelompok orang yang sedang minum minuman keras.

“Namun karena merasa terganggu, tiba-tiba mereka menyerang dan mengeroyok petugas tersebut dan meneriaki maling, sehingga massa banyak yang ikut untuk memukul dan melempar,” ujarnya.

Mendapat informasi pengeroyokan tersebut, Tim Respon Polres Pelabuhan dan anggota Polsek Ujung Tanah dipimpin Kapolsek Ujung Tanah, AKP Ridwan menuju TKP.

Ia menjemput 3 orang anggota Polsek Ujung Tanah yang sudah dalam keadaan terkepung oleh warga.

Namun, massa tetap melakukan pelemparan dan pengeroyokan terhadap 3 anggota Polsek tersebut. Bahkan menyerang Tim Resmob Polres Pelabuhan karena merasa terdesak diserang dan sudah membahayakan jiwa.

Begitupula polisi sudah memberikan tembakan peringatan tetapi masih melempar dan menyerang petugas, sehingga anggota terpaksa mengeluarkan tembakan.

“Terkait kejadian tersebut Propam tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap prosedur yang dilaksanakan oleh anggota saat bertugas, ” paparnya.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan insiden ini di luar kesengajaan aparat saat bertugas di lapangan, seperti dilansir dari Tribun Timur. (*)

Selanjutnya

PKK Maros Kembali Bagikan Masker Ingatkan Warga Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Sen Agu 31 , 2020
Tim Peggerak PKK Kabupaten Maros kembali melakukan kampanye pakai masker. Kampanye ini untuk mengingatkan warga bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Ketua PKK Maros, Hj Suraida Hatta menyerahan 1.000 masker secara simbolis di aula Kantor Camat Mandai, Senin (31/8/2020). Masker ini akan dibagikan ke kader PKK desa dan kelurahan. Menurutnya, tingkat […]
PKK Maros Kembali Kampanye Pakai MaskerPKK Maros Ingatkan Warga Pandemi Covid-19 Belum Berakhir