Guru di Maros Pelatihan Metode Eksperimen dari Dosen S2 Fisika PPS-UNM

Dosen Prodi S2 Pendidikan Fisika PPS-UNM melakukan pengabdian kepada masyarakat kerjasama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA se Kabupaten Maros.

Guru di Maros Diberi Pelatihan Metode Eksperimen dari Dosen S2 Fisika PPS-UNM
Kegiatan digelar di SMPN 2 Unggulan Maros pada pada  18-21 Agustus 2020. Peserta pelatihan berjumlah 35 guru IPA SMP yang menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Maros.

Hal ini disampaikan Ketua Tim PKM PPS-UNM Makassar, Dr Muhammad Arsyad MT, Kamis (20/8/2020). Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Ir HM Takdir.

Kegiatan ini diberi nama PKM Pembelajaran IPA Fisika dengan Metode Eksperimen Disertai Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bagi guru MGMP IPA se Kabupaten Maros.

Tim PKM PPS-UNM ini terdiri atas Dr Muhammad Arsyad MT (ketua tim), Dr Helmi MSi (anggota tim) dan Prof Dr Jasruddin D Malago MSi (anggota tim).

Pelaksanaan kegiatan dilakukan service workshop, kemudian dilanjutkan dengan kerja mandiri selama 2 minggu.

Dr Muhammad Arsyad MT menyampaikan, guru pada era industri 4.0 ini berpacu dengan perkembangan teknologi dan tersedianya sumber belajar begitu massif bagi peserta didik.

Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang valid bagi peserta didik. Peserta didik dapat mengakses internet, melakukan searching di Google untuk memeroseskan perolehan belajar.

Untuk itu, guru dituntut untuk menyediakan waktunya sebagai fasilitator belajar.

Fasilitator belajar akan lebih bermakna jika guru mampu untuk memberikan materi esensial yang akan dijadikan “mata pancing” bagi peserta didik untuk “mengail” informasi selanjutnya.

“Jika ini dilakukan, maka peserta didik akan memeroleh kematangan berpikir tanpa dibatasi lagi ruang-ruang kelas yang sangat terbatas itu,” jelasnya, melalui sulselonline.com, Jumat (21/8/2020).

Guru bersama peserta didik membiasakan doing together pada gilirannya akan learning to do, apalagi pada saat Covid-19 masih sebagai pandemi.

“Peserta didik akan lebih memusatkan perhatian jika materi esensial itu tersedia dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), karena memberikan stimulus pada langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagaimana para ilmuwan bekerja,” ungkapnya.

Ilmuwan bekerja dimulai dengan merumuskan masalah, membuat hipotesis, melakukan pengamatan (percobaan), melakukan analisis data, melakukan perenungan baru mengambil kesimpulan secara komprehensif.

Langkah inilah yang sepintas dikatakan sebagai metode ilmiah.

Metode ilmiah mengantar PD bekerja secara sistematis untuk menyelesaiakan masalah yang ada pada diri dan lingkungannya, sehingga tumbuh keinginan besar untuk bertanggungjawab secara bersama bagi kelangsungan dan kesejahteraan hidup bangsa dan negaranya.

Itulah alasan mendasar inilah yang mendorong Program Studi S2 Pendidikan Fisika PPS-UNM Makassar melakukan kegiatan berwujud Program Kemitraan Masyarakat bekerja sama dengan MGMP IPA se Kabupaten Maros. (*)

Selanjutnya

Maros Siap Penuhi Kebutuhan Pangan di Tengah Pandemi

Jum Agu 21 , 2020
Masyarakat Maros siap memenuhi kebutuhan pangan, meski di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Hal itu terbukti dengan panen raya padi di Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros, Selasa 18 Agustus lalu. Panen raya padi ini dilakukan Kodim 1422 Maros bersama Kelompok Tani Tomarunang di atas lahan 1 hektar, […]
Maros Siap Penuhi Kebutuhan Pangan di Tengah Pandemi