Ibu-ibu di Simbang Maros Budidaya Tanaman Obat Bernilai Ekonomis

Masa pandemi membuat warga berinovasi menciptakan ramuan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh guna menangkal virus.

Ibu-ibu di Maros Budidaya Tanaman Obat Bernilai Ekonomis
Seperti warga Simbang Maros, yang melakukan budidaya tanaman obat keluarga atau Toga. Hasilnya tidak hanya dikonsumsi tapi juga diperdagangkan dan cukup laku di pasaran.

Budidaya tanaman obat ini dilakukan oleh Kelompok Toga Mandiri yang didominasi ibu-ibu rumah tangga atau IRT.

Mereka membudidayakan sejumlah tanaman obat tradisional, dari jahe merah, temulawak, serai hingga bawang dayak.

Tanaman obat itu ditanam di lahan seluas 30 are milik warga yang dijadikan area pembudidayaan.

Ketua Kelompok Toga Mandiri Simbang Maros, Mardiah menuturkan, tanaman obat yang dibudidayakan, mulai dari tanaman lokal maupun tanaman dari luar Sulsel.

Budidaya tanaman obat ini sebenarnya sudah dilakoni sejak tiga tahun terakhir. Namun, saat ini aktivitas budidaya makin gencar dilakukan.

Apalagi permintaan konsumen semakin meningkat selama pandemi, pasalnya tanaman obat ini diyakini mampu menigkatkan daya tahan tubuh.

“Selama masa pandemi ini yang paling diminati adalah jahe merah dan bawang dayak karena diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Jumlah penjualannya meningkat, rata-rata perbulan sekitar Rp 2 juta lebih,” ungkapnya, Minggu (9/8/2020).

Dalam membudidayakan tanaman obat dan meramunya menjadi ramuan penangkal penyakit, kelompok ini mendapatkan pembinaan dari Puskemas Simbang Maros.

Kepala Puskesmas Simbang Maros, Ilyas Nur mengatakan, kelompok ini mendapatkan pembinaan terkait cara dan dosis dalam memanfaatkan berbagai jenis tanaman obat, termasuk cara meminimalisir penggunaan obat kimia.

“Ini sudah berjalan cukup lama dan menjadi sarana untuk menambah pemasukan warga di sini. Selain untuk dikonsumsi pribadi, juga dijual. Penjualannya pun tidak hanya dari dalam daerah, tapi juga sudah keluar daerah, baik dalam bentuk obat, maupun bibit,” ujarnya.

Pihak Puskesmas Simbang Maros juga terus memberikan informasi terbaru terkait jenis tanaman yang bisa dikembangkan, termasuk cara meraciknya.

Sekedar diketahui, Desa Simbang ini pada 2018 berhasil menyabet posisi tiga dalam penilaian asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga di tingkat Sulsel. (*)

Selanjutnya

Ratusan Pasangan di Maros Sudah Daftarkan Pernikahan di KUA

Ming Agu 9 , 2020
Ratusan pasangan di Maros sudah mendaftarkan pernikahannya di KUA. Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) Maros menggelar bimbingan perkawinan. Bimbingan perkawinan ini diberikan kepada 163 pasang calon pengantin dan dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut. Pelaksanaan bimbingan kawin digelar di tiga lokasi berbeda, yakni di Aula kantor lama Kemenag Maros, KUA Maros […]
Ratusan Pasangan Calon Pengantin Sudah Daftar Nikah di Maros