Pemeriksaan Suket Bebas Covid di Batas Makassar-Maros Diperketat

Akses keluar masuk wilayah Kota Makassar diperketat. Pemeriksaan surat keterangan (suket) bebas Covid-19 selama dua hari telah dievaluasi, tak ada lagi masyarakat yang boleh melintas tanpa surat bebas Covid.

Pemeriksaan Suket Bebas Covid Diperketat
Sejak pembatasan pergerakan orang keluar masuk Makassar diterapkan 13 Juli lalu, penjagaan di perbatasan masih terkesan lebih longgar.

Terutama di waktu senggang, seperti jam istirahat. Pengendara bebas melintas tanpa pemeriksaan.

Padahal delapan titik yang menjadi jalur penghubung Kota Makassar dengan Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar dijaga tim gabungan dari Pemkot Makassar dan TNI-Polri.

Kondisi ini diakui Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri, pihaknya bahkan telah menginstruksikan pihak kecamatan selaku penanggungjawab agar berkoordinasi dengan petugas di posko untuk memperketat penjagaan di perbatasan.

Jangan sampai ada pengendara di luar pengecualian yang tertuang dalam Perwali 36/2020 lolos keluar masuk Kota Makassar tanpa suket bebas Covid.

“Saya sudah perintahkan kepada para camat untuk meminta kapolsek dan danramil serta petugas di posko untuk lebih ketat dan lebih tegas. Yang tidak memakai suket dari luar daerah kecuali Mamminasata sesuai ketentuan dilarang masuk dengan alasan apapun,” tegasnya, mengutip sulselonline.com, Kamis (16/7/2020).

Khusus mahasiswa yang keluar masuk Kota Makassar, dia menegaskan wajib menyertakan suket bebas Covid, tidak ada pengecualian.

Sebab tujuan diterapkan Perwali ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, di antaranya dengan mengurangi pergerakan agar tidak terjadi transmisi lokal.

Sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat akan pentingnya penggunaan masker sebagai protokol kesehatan. Bahkan pengawasan ini tidak hanya dilakukan di wilayah perbatasan tetapi juga dalam kota.

Selain itu, aktivitas di titik-titik kumpul diawasi, seperti warung kopi, cafe, maupun restoran. Jika melanggar siap-siap ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said mengakui pemeriksaan di perbatasan pada jam-jam tertentu belum terlalu ketat. Masih ada kelonggaran.

“Tapi sudah ada arahan di hari ketiga nanti untuk semakin tegas lagi tapi tetap humanis,” ucapnya.

Dibandingkan hari pertama penerapan, pengawasan di hari kedua sudah lebih ketat. Terbukti sudah ada beberapa pengendara yang diminta berbalik arah meski jumlahnya masih terbilang sedikit.

Termasuk pengendara yang tidak mengenakan masker juga masih banyak ditemukan.

“Sudah ada disuruh putar balik karena tidak memiliki suket,” ungkapnya. (*)

Selanjutnya

Muzayyin Arif Terima Aspirasi Asosiasi Desa Maros

Jum Jul 17 , 2020
Pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Maros menemui Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif di ruang kerjanya. Pertemuan dalam suasana akrab dan hangat ini berlangsung Selasa 9 Juni lalu. Kunjungan ini untuk penyampaian aspirasi Asosiasi BPD Maros ke DPRD Sulsel. Sejumlah aspirasi disampaikan, di antaranya soal minimnya peningkatan kapasitas […]
Asosiasi Desa Maros Sampaikan Aspirasi ke Muzayyin Arif