Posko Pemeriksaan Bebas Covid di Batas Makassar-Maros Aktif 24 Jam Sampai 14 Hari Kedepan

Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 36 Tahun 2020 tentang percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Makassar, resmi diberlakukan hari ini, Senin 3 Juli kemarin.

Posko Pemeriksaan Suket Covid Batas Makassar-Maros Aktif 24 Jam Sampai 14 Hari Kedepan
Penerapan Perwali untuk membatasi pergerakan keluar masuk Makassar sudah diberlakukan, namun masih dalam tahap sosialisasi.

Untuk yang tidak memiliki surat keterangan, hanya akan diberikan pemberitahuan, agar besok jika hendak melintas wajib membawa surat keterangan kerja.

Humas Kecamatan Biringkanayya Makassar, Makarios menyampaikan, posko ini memeriksa pengendara yang tidak menggunakan masker. Juga ada pengecekan suhu tubuh.

“Pengendara dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat langsungĀ  diarahkan untuk rapid tes,” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Dia juga menyampaikan bahwa data para pelanggar dicatat, sehingga apabila yang bersangkutan mengulangi pelanggarannya, maka akan dilarang melintas.

“Jika ada yang mengulangi pelanggarannya, seperti tidak menggunakan masker, maka kami akan suruh putar balik. Tapi jika besok mereka sudah menggunakan masker dan hendak melintas, mereka hanya perlu memperlihatkan bukti rapid test dan diperbolehkan lewat,” jelasnya, dilansir dari Tribun Timur.

Posko pemeriksaan ini aktif selama 24 jam, sampai 14 hari kedepan.

Camat Biringkanayya, Andi Syahrul Makkuradde mengatakan, ada dua tenda sebagai posko pemeriksaan batas Makassar. Pemeriksaan dilakukan ke setiap pengendara yang akan masuk Makassar.

Namun ada beberapa warga yang dikecualikan, seperti anggota TNI, Polri, ASN, karyawan dan buruh yang bekerja di Makassar.

“Pedagang, mahasiswa dan pengacara juga termasuk. Intinya warga yang ingin masuk harus memiliki surat keterangan dari instansi yang bersangkutan atau dari lurah atau kepala desa,” ujarnya.

Dalam surat tersebut menyatakan, bahwa benar dia adalah warga yang berdomisili di kabupaten tersebut dan bekerja atau beraktivitas di Makassar.

Dandramil XI Biringkanayya, Mayor Kav Salahuddin Basir menjelaskan, ada beberapa instansi yang terlibat di posko ini, yaitu TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Puskesmas dan Satpol PP.

“Ada sekitar 30 orang yang terlibat dari gabungan beberapa instansi, ditambah dengan beberapa relawan yang hadir bersama kita di sini,” jelasnya. (*)

Selanjutnya

Pesta Panen Masyarakat Adat Bonto Manurung Tompobulu Maros Diisi Permainan Rakyat Assilanca

Sel Jul 14 , 2020
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros terus berupaya menjaga segala potensi wisata, untuk melestarikan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi pelaku budaya. Di antaranya dengan memberi dukungan terhadap kegiatan budaya kearifan lokal, seperti yang dilakukan di Desa Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Senin kemarin. Masyarakat setempat menggelar kegiatan adat […]
Masyarakat Adat Bonto Manurung Tompobulu Maros Gelar Pesta Panen