Aksi Brutal Pengantar Jenazah dari Makassar: Polres Maros Tangkap 2 Pelaku dan 1 Jadi DPO

Polres Maros telah menangkap dua pelaku penyerangan terhadap warga dan toko bahan bangunan oleh rombongan pengantar jenazah.

Aksi Brutal Pengantar Jenazah dari Makassar: Polres Maros Tangkap 2 Pelaku dan 1 Jadi DPO

Peristiwa penyerangan terhadap warga dan toko bahan bangunan itu terjadi di jalan poros Maros-Makassar, tepatnya di Lingkungan Ballu Ballu Kecamatan Turikale Kabupaten Maros, pada Rabu 17 Juni lalu.

Sementara satu pelaku masih dalam status buron atau Dalam Pencarian Orang (DPO). Pelaku merupakan warga asal Kelurahan Pampang Kecamatan Panakukang Kota Makassar.

Adapun identitas pelaku yaitu, WM (19 tahun), EP (25 tahun) dan Andri yang menjadi DPO.

Ketiga pelaku berhasil diidentifikasi setelah pihak Kepolisian melihat hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian dan memeriksa 8 saksi.

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong saat rilis kasus pada Rabu kemarin mengatakan, kedua pelaku diamankan di rumahnya dan akan dijerat dengan pasal 170 ayat (1) subs 406 KUHPidana.

“Atas perbuatannya pelaku diancam hukuman 7 tahun penjara. Untuk satu pelaku yang masih buron, kami akan terus melakukan pencarian,” ujarnya, Kamis (25/6/2020).

Diberitakan sebelumnya, rombongan pengantar jenazah menyerang sebuah toko bahan bangunan dan memukul seorang pekerjanya di jalan poros Makassar-Maros, tepatnya di lingkungan Ballu Ballu Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Aksi brutal pengantar jenazah itu berawal saat mobil pick up pemilik toko bangunan hendak masuk ke toko, namun tiba-tiba dari arah Makassar, muncul rombongan pengantar jenazah menggunakan motor dan mobil ambulans dengan ugal-ugalan.

Karena merasa jalan dihalangi oleh mobil pick up yang setengah badannya masih berada jalan, rombongan pengantar jenazah ini langsung mengamuk dan memukul pengemudinya.

Bahkan saat pengemudi pick up berlari masuk ke dalam toko, para pelaku mengejar dan melempari batu masuk ke dalam toko.

Selain merusak beberapa barang milik toko, aksi brutal pengantar jenazah ini juga sempat melukai supir dan merusak mobil.

Pemilik toko dan juga supir yang dipukuli pun langsung melapor ke Polisi.

Setelah berhasil merusak sejumlah barang dan juga mobil pick up milik toko bangunan, pengantar jenazah langsung melarikan diri.

Hanya selang beberapa menit, puluhan warga sekitar langsung berkumpul, menunggu rombongan pengantar jenazah itu kembali.

Pihak kepolisian berusaha agar bentrokan tidak terjadi. Semua pengantar jenazah yang hendak melintas dari arah Maros ke Makassar dihalau agar tidak melintas di lokasi awal kejadian, karena warga masih berkumpul menunggu mereka kembali.

Setelah berhasil menghalau semua rombongan pengantar jenazah yang hendak pulang ke Makassar. Polisi langsung menggiring mereka ke Polres Maros untuk diamankan sementara. (*)

Selanjutnya

Massa Aliansi Masyarakat Tanah Gersang Bontoa Unjuk Rasa Tuntut Air Bersih

Kam Jun 25 , 2020
Sejumlah warga Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros melakukan unjuk rasa menuntut air bersih. Aksi unjuk rasa digelar di depan Kantor Bupati Maros, Kamis (25/6/2020). Unjuk rasa dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa dan masyarakat Bontoa, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Gersang “Bontoa Krisis Air Bersih”. Dalam aksi ini, mereka menyampaikan bahwa masyarakat […]
Aliansi Masyarakat Tanah Gersang Bontoa Ujuk Rasa di Kantor Bupati Maros