SSB Bina Putri Bontoa Maros Ikuti Seleksi Timnas Sepak Bola Wanita U15

Tim sepak bola wanita asal Maros, dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Putri Bontoa Maros mengikuti talent scouting atau pencarian bakat pemain sepak bola Wanita U15.

SSB Bina Putri Bontoa Maros Ikuti Pencarian Bakat Sepak Bola Wanita U15
Pencarian bakat yang digelar Asosiasi Provinsi Sepak Bola Wanita (ASBW) Sulsel tersebut dilaksanakan sebagai persiapan seleksi nasional Piala AFF U15.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Karebosi Makassar, pada Minggu 21 Juni.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maros, Yusdal Yusuf berharap pemain sepak bola wanita SSB Bina Putri Bontoa Maros dapat lolos dalam seleksi tersebut.

“Semoga adik-adik kita bisa membawa nama Maros berkiprah ke timnas,” ucapnya, Selasa (23/6/2020).

Dia juga menyampikan harapan, semoga ada pemain sepak bola wanita Maros yang terpilih dalam seleksi untuk lolos masuk tim nasional di Jakarta.

Sebelumnya, tim sepak bola wanita Maros menjadi juara 3 turnamen Piala Pertiwi Zona Sulsel 2020 ada Januari lalu. Prestasi ini merupakan kali pertama tim sepakbola wanita Maros bertanding di ajang nasional.

Juga ada Andryansyah pemain berusia 16 tahun yang sudah bertabur prestasi, baik dalam sepak bola nasional maupun internasional. Dia mewakili Sulsel untuk memperebutkan Piala Menpora dan mendapat beasiswa untuk ikut akademi sepak bola di Portugal.

Selain itu, ada Aji Kurniawan, pemain muda asal Maros yang kini memperkuat PSM Makassar.

Terkait pembinaan atlet sepak bola, pihak Askab PSSI Maros berharap dukungan dari Pemkab Maros, dalam hal ini Dispori dan Disdik dalam mengembangkan dan memacu persepakbolaan usia muda, usia dini dan sepak bola wanita.

Selain itu Askab PSSI Maros juga menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah untuk perbaikan sarana dan prasarana lapangan sepakbola sebagai penunjang utama dalam memajukan persepakbolaan di Kabupaten Maros.

Sementara itu, dua hari lalu, Yusdal Yusuf menyerahkan bantuan mesin pemotong rumput untuk pembenahan lapangan sepak bola Kassi Kebo Maros. Bantuan itu diterima pencinta sepakbola sekaligus pengelola Stadion Kassi Kebo Maros, Bakri Hamdan.

Menurut Yusdal Yusuf, untuk memperbaiki persepakbolaan harus diawali dari perbaikan infrastruktur lapangan. Bantuan mesin pemotong rumput tersebut ditujukan untuk membantu menata lapangan sepakbola sebagai basis pembinaan dan penciptaan pesepakbola andal. (*)

Selanjutnya

Disdik Maros Akui Sekolah Online Tidak Efektif

Rab Jun 24 , 2020
Dinas Pendidikan (Disdik) Maros mengakui sekolah online atau belajar dari rumah tak efektif  bagi siswa. Selama ini, belajar secara online memiliki beberapa kendala, yakni siswa yang efektif mengikuti proses belajar mengajar hanya sekitar 20 persen. Juga ada kendala jaringan internet, kuota orang tua siswa dan masih ada guru yang belum […]
Disdik Maros Akui Sekolah Online Tak Efektif