BRPABP3 Maros Webinar bersama Kementerian Kelautan Perikanan

BRPABP3 Maros Webinar bersama Kementerian Kelautan Perikanan

Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros menyadari bahwa hilirisasi hasil riset perikanan budidaya dihasilkan oleh institusi riset yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelaku utama, dalam hal ini pembudidaya.

BRPABP3 Maros Webinar bersama Kementerian Kelautan Perikanan
Saat ini, BRPBAP3 Maros telah menghasilkan hasil riset yang telah banyak diadopsi oleh masyakarat.

Hal itu sejalan dengan arahan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Teknologi Tepat Guna, bahwa teknologi tepat guna, yaitu teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup.

Selain itu, fungsi penyuluhan untuk mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi agar mereka dapat mengembangkan usahanya.

Hal ini merupakan amanat dari Undang Undang Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.

Di antara hasil riset dari BRPBAP3 Maros, yaitu riset formulasi dan pembuatan pakan untuk berbagai komoditas budidaya air payau.

Riset ini telah banyak didiseminasikan ke pelaku utama di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan bahkan sampai ke Bintuni Papua.

Hasil riset inilah yang menjadi inti kegiatan membangun dari seminar virtual dengan topik, start up Pakan Murah Mandiri (Pakrahman) bagi pembudidaya melalui kegiataan penyuluhan.

Kegiatan tersebut menjadi kegiatan percontohan dan menjadi dasar pelaksanaan webinar BRPBAP3 secara live melalui aplikasi zoom dan Youtube yang dilaksanakan pada Selasa 16 Juni lalu.

Sebagai bentuk sosialisasi eksternal mengenai pencapaian yang didapatkan selama tahapan jangka pendek, termasuk hal-hal yang memerlukan tindakan perbaikan atau continuous improvement, untuk kegiatan ini.

Hadir sebagai keynote speaker Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kapuslatluh KP), Dr Lilly Aprilya Pregiwati, sekaligus membuka kegiatan webinar tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Sulkaf S.Latief dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, yang diwakili oleh Kepala Seksi Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Nur Alam.

Menghadirkan pemateri, Kepala BRPBAP3 Maros, A Indra Jaya Asaad dengan paparan, membangun star up Pakrahman sebagai media penyuluhan untuk penguatan kelompok pembudidaya.

Materi ini sekaligus merupakan laporan aksi perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator XIV di Balai Diklat Aparatur Sukamandi KKP.

Selanjutnyan hadir Widyaiswara Ahli Utama Balai Diklat Aparatur Sukamandi KKP, Dr Yulistyo dengan materi, dampak aksi perubahan kepada pelaku utama pembudidaya.

Hadir pula peneliti dari kelompok nutrisi dan teknologi Pakan BRPBAP3 Maros, Dr Usman dan Kamaruddin. Serta hadir pelaku usaha perikanan, Asis dari Maros dan Rasyid Pangkep.

Pelaksanaan webinar ini diikuti sekitar 600 orang peserta yang berhasil registrasi mulai dari pembudidaya, penyuluh perikanan, akademisi dan tenaga kependidikan dan beberapa unit pelaksana teknis KKP, kepala pelabuhan perikanan serta Kepala Balai Diklat Aparatur Sukamandi KKP.

Dalam seminar itu, A Indra Jaya Asaad memaparkan bahwa konsep dasar yang diusung, yaitu bagaimana scientific best practice yang didapatkan oleh para peneliti dapat menjadi materi penyuluhan oleh para penyuluh kepada pembudidaya. Sehingga permasalahan budidaya khususnya masalah pakan dapat teratasi.

Hasil riset ini dibutuhkan oleh pembudidaya untuk melaksanakan bisnis proses budidaya di tambaknya, karena kebutuhan operasional pakan menjadi kebutuhan dasar input akuakultur sebesar 60-70 persen dalam proses budidaya.

Dia mennyampaikan, bahwa sejak Maret hingga Juni 2020, telah dilakukan imlementasi penyuluhan dengan materi formulasi dan pembuatan Pakrahman kepada kelompok pembudidaya yaitu kelompok Abbulo Sibatang yang berlokasi di Borongkalukua Kabupaten Maros.

“Selama kegiatan tersebut, telah dilaksanakan berbagai tahapan, antara lain berupa alih teknologi formulasi dan pembuatan pakan kepada penyuluh yang akan mendampingi pembudidaya, kemudian dilakukan pendampingan kelompok hingga proses pembuatan pakan yang dilakukan oleh anggota kelompok dengan supervisi dari penyuluh dan peneliti BRPBAP3,” ujarnya, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, hasil yang didapatkan sampai saat ini, secara jangka pendek, yaitu anggota kelompok pembudidaya telah memiliki kemampuan menghitung formulasi pakan dan membuat pakan sendiri untuk kebutuhan mereka sesuai dengan target komoditas yang mereka budidayakan.

Kelompok telah mengetahui bahan-bahan lokal yang mudah dijangkau dan murah sebagai bahan baku pembuatan pakan. Termasuk pengetahuan mengenai penggunaan mesin pakan dan penanganan kemasan pakan yang dibuat.

“Selain itu kelompok juga telah mampu mengkalkulasi kebutuhan pakan untuk target produksi budidaya mereka sendiri, bahkan mampu menghitung nilai ekonomis untuk penjualan Pakrahman kepada pelanggan lainnya,” tambahnya.

Dia menambahkan, diharapkan pada tahapan selanjutnya, jangka menengah dan jangka panjang, kelompok dapat mempunyai kemampuan pemasaran dan penjualan produk pakan buatan mereka kepada pembudidaya dan pihak lainnya.

“Sehingga diharapkan tumbuh start up usaha bisnis pakan lokal untuk kebutuhan pembudidaya di sekitar mereka. Selain itu termasuk target jangka panjang, yaitu kelompok mampu menjadi inkubator bisnis Pakrahman bagi kelompok-kelompok pembudidaya lainnya,” paparnya. (*)

Author: redaksi

1 thought on “BRPABP3 Maros Webinar bersama Kementerian Kelautan Perikanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *