Maros Terapkan New Normal Hari Ini, Warga Wajib Patuhi Protokol Kesehatan!

New normal atau tatanan hidup baru dipandang perlu diterapkan untuk menjaga produktivitas di tengah pandemi Covid-19.

Maros Mulai Terapkan New Normal
Pasalnya hingga ini belum ditemukan vaksin definitif sesuai standar WHO untuk pengobatan Covid-19.

Penerapan tatanan new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan daerah dengan studi epidemologis.

Sejumlah daerah telah menetapkan ketentuan terkait penerapan new normal mengacu pada Surat Edaran Pemerintah pusat melalui Kemenkes RI.

Khusus di Kabupaten Maros, Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan, warga Maros sudah mulai terbiasa menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

“Hal ini berangkat dari kesadaran masing-masing individu, jadi protokol yang telah ditetapkan tersebut pada prinsipnya siap dijalankan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Maros,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

Seiring dengan tren yang menunjukkan terus bertambahnya jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Bahkan Kecamatan Bantimurung yang sempat menjadi tertinggi jumlah pasien terpapar Covid-19 di Maros, terhitung sejak Selasa 2 Juni lalu, dinyatakan telah clear atau zero kasus.

Untuk itu, Hatta Rahman menyatakan segera memberlakukan new normal mulai Senin 8 Juni, hari ini. Penerapan new normal harus didudukung dengan penerapan protokol kesehatan.

“Sektor-sektor bisnis bakal dibuka kembali. Kita buka semua bidang ekonomi, mall, tempat wisata, termasuk PTB, kantor tidak lagi WFH. Sekolah dan tempat ibadah juga. Surat edaran sudah disebar. Sekarang sudah tahap sosialisasi,” jelasnya.

Sementara, mengenai proses belajar mengajar di sekolah, Bupati Maros mengaku terlebih dahulu melihat dan menganalisa perkembangannya mencegah anak terpapar Covid-19.

Masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi, seperti tetap menjaga physical distancing, gunakan masker dan rajin cuci tangan.

Toko atau tempat usaha wajib menyiapkan fasilitas cuci tangan atau hand-sanitizer di depan pintu masuk.

“Untuk kantor, kita menyiapkan thermogun, semua yang masuk ke kantor harus tes suhu dulu. Kalau suhunya di atas 37,5 celsius tidak boleh masuk kantor,” ungkapnya, dilansir dari laman web resmi Pemkab Maros, maroskab.go.id (*)

Selanjutnya

Mahasiswa Maros Sesalkan Kenaikan Listrik di Tengah Pandemi Covid-19

Sen Jun 8 , 2020
Hampir seluruh masyarakat di Sulsel mengeluhkan adanya kenaikan tarif listrik akhir-akhir ini. Padahal masyarakat mengklaim pemakaian listrik dianggap seperti biasanya. Kordinator Bidang Advokasi dan Investigasi PP HPPMI Maros, Herman mengatakan, ada masyarakat mengalami kenaikan tagihan listrik hingga 200 persen. “Seharusnya PLN menjelaskan kepada masyarakat terkait hal ini dan semestinya PLN […]
Konsep Otomatis