Maros Bakal Berlakukan New Normal pada 8 Juni

Melihat tren pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Maros terus meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros rencananya memberlakukan new normal pada 8 Juni mendatang.

Pemkab Maros

Bupati Maros, HM Hatta Rahman menyampaikan, pasien positif yang sembuh mencapai 60 persen lebih.

“Kenapa di 8 Juni nanti? Karena jika melihat dari jumlah yang ada sekarang, dari 61 pasien sudah ada sekitar 35 yang sembuh, sehingga jumlahnya hampir mencapai 60 persen, berarti angka RO atau Reproduction Number sudah landai, mungkin sudah di bawah satu,” ujarnya, Sabtu (30/5/2020).

Nantinya bukan hanya tempat wisata, mall, hotel dan restauran yang akan dibuka, tetapi kawasan kuliner PTB dan tempat ibadah.

“Akan serentak pemberlakuannya, karena kita harap pemberlakuan new normal nanti bisa membuat ekonomi kembali pulih. Kami sudah buat surat edaran dan insya Allah kami mulai berlakukan 8 Juni, akan dilakukan sosialisasi dulu,” jelasnya.

Perkantoran tidak lagi menerapkan Work From Home (WFH), sehingga pihaknya memberlakukan sistem absen elektronik deteksi wajah, bukan lagi fingerprint atau sidik jari.

Terkait pembukaan sekolah, dia mengatakan hal itu masih perlu evaluasi lebih lanjut.

“Nanti kita lihat, apakah memungkinkan dibuka atau ditunda. Karena melihat banyaknya anak-anak yang ikut terpapar, baik di Maros maupun daerah lain,” paparnya.

Meski nantinya dibuka, dia menegaskan akan tetap mempertahankan kondisi agar pasien positif tidak meningkat.

“Jangan sampai kita buka semuanya kembali, tapi malah terjadi ledakan pasien Covid-19, jadi kami tetap akan menjalankan prosedur Covid-19,” ungkapnya. (*)