Pemkab Maros Buka Pusat Perekonomian Saat Penerapan Normal Baru

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menerbitkan protokol new normal atau tatanan normal baru bagi perkantoran dan industri dalam menghadapi wabah Covid-19 yang melanda Indonesia.

Pemkab Maros

Menanggapi hal itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan, Kabupaten Maros akan bersiap untuk melaksanakan tatanan normal baru sesuai peraturan yang diterapkan pemerintah pusat.

“Kita siapkan Surat Edaran protokol Covid-19 sesuai Surat Edaran Menkes dan Mendagri. Jika berdasarkan Surat Edaran itu, seluruh pusat ekonomi sudah bisa dibuka, maka akan kami buka. Namum tentu harus mengikuti aturan baru yang dilakukan, seperti warga diminta untuk menaati prokol Covid-19, cuci tangan, lakukan physical distancing dan menggunakan masker di tempat umum,” ujarnya, Kamis (28/5/2020).

Dia menyampaikan, warga Maros sudah mulai terbiasa menerapkan protokol Covid-19 dengan menggunakan masker. Dia mengaku di Kabupaten Maros, pasien positif Covid-19 sudah banyak yang telah dinyatakan sembuh.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas-puskesmas di zona merah, kami dapat kabar kalau saat ini jumlah pasien yang sembuh sudah mencapai 35 orang. Ini sudah lebih 50 persen yang sembuh. Jadi kita tetap optimis kalau Maros bisa terbebas dari Covid-19 ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Maros, Yusriadi Arief menyampaikan, pihaknya juga akan mulai perlahan-lahan membuka sejumlah destinasi pariwisata Maros, beberapa di antaranya adalah Rammang Rammang dan air terjun Bantimurung. Pihaknya menunggu Perbub tentang new normal dikeluarkan.

“Kita sudah tutup sejak dua bulan lalu, sejak pertama kali dilakukannya pelarangan orang berkumpul. Dengan seperti itu sekitar 180 pedagang di Bantimurung Maros tidak lagi menjual. Banyak dari mereka yang mulai berkeinginan untuk menjual kembali, karena modal mereka sudah habis selama tidak lagi bekerja,” jelasnya. (*)