Pemkab Maros Akan Terapkan Absensi Deteksi Wajah

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros, sistem absensi fingerprint atau sidik jari akan diganti dengan deteksi wajah.

Pemkab Maros

“Selama pandemi ini sistem absensi fingerprint dilakukan secara manual, karena khawatir kalau alat absensi bisa terjadi penyebaran Covid-19. Jika pakai deteksi wajah, PNS tidak lagi bersentuhan dengan mesin fingerprint. Hal itu menjadi alasan kita mengganti absensi sidik jari,” ujar Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Kamis (28/5/2020).

Bukan hanya itu, pihaknya juga melakukan uji coba absensi via handphone.

Untuk sistem absesnsi ini diujicobakan di tiga Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, yakni Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Kantor Sekretariat Daerah Maros.

Dia mengatakan, sistem absesnsi yang baru ini akan diberlakukan awal Juni mendatang.

“Ini juga sekaligus bahan evaluasi untuk TPP PNS karena kita mau naikkan 20 persen. Untuk penilaiannya menggunakan absensi. Makanya sebagai alternatif kita akan terapkan absensi deteksi wajah dan aplikasi android supaya tak ada sentuhan dengan alat absensi,” tambahnya.

Sementara absensi via handphone, baru bisa dilakukan di area kantor dan menggunakan wifi kantor.

“Untuk HP kita buat aplikasi sendiri tapi kita juga masih ujicoba dan sistemnya hanya bisa digunakan di area kantor dengan menggunakan wifi kantor. Nanti kita lihat mana efektif,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang E Government Diskominfo Maros, Muh Taufan mengatakan, untuk saat ini pihaknya sementara melakukan pengambilan scan wajah untuk para PNS.

“Rencananya nanti sekitar 2 Juni absensi perekaman wajah baru efektif. Kita juga sementara ujian coba absesnsi melalui handphone, tapi karena tidak semua punya HP yang memiliki kamera depan dan biometrik sehingga mesin finger diefektifkan melakukan perekaman wajah,” paparnya. (*)