Chaidir Minta Bupati Maros Evaluasi Kadis dan Perbarui Data Warga Miskin

Bupati Maros, Hatta Rahman diminta melakukan evaluasi terhadap kepala dinas (Kadis) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Chaidir Minta Bupati Maros Perbarui Data Warga Miskin

Serta melakukan perbaikan data warga kurang mampu atau warga miskin penerima bantuan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Aksi dan Advokasi Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Komisariat Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, M Chaidir Saputra .

Dia menilai sebagian penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Maros belum tepat sasaran.

Pasalnya, bantuan senilai Rp 600.000 yang bersumber dari Kementerian Sosial RI kepada masyarakat terdampak wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid19 tersebut masih harus dievaluasi.

mengatakan, sebanyak 14.292 Kepala Keluarga (KK) yang menerima BST di Maros belum melalui verifikasi lapangan oleh Dinas Sosial Maros sebagai pemberi data ke Kemensos.

“Kita ketahui bersama jika Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTSK merupakan data tahun 2015 yang belum diverifikasi, hal itu yang membuat terjadinya polemik di masyarakat dan berbuah protes atas penyaluran BST,” ujarnya, melalui media, Rabu (20/5/2020).

Dia meminta Dinas Sosial Maros untuk secepatnya melakukan perbaikan data penerima BST, apalagi bantuan tersebut masih akan berlanjut dua bulan ke depan.

“Jangan sampai niat baik dari pemerintah yang memberikan bantuan tunai kepada masyarakat terdampak Covid19 disalahgunakan oleh pemerintah daerah melalui data yang belum terdupdate,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada Bupati Maros, Hatta Rahman untuk melakukan evaluasi terhadap SKPD yang tidak bekerja maksimal dalam program yang seharusnya tidak bermasalah.

“Bapak Bupati Maros juga harus dapat melihat celah dalam pendataan yang dilakukan oleh perangkatnya, jangan sampai akibat perbuatan anak buahnya, program ini ke depan jadi masalah karena salah sasaran,” katanya.

Dia memberi masukan, dalam melakukan verifikasi, Dinsos seharusnya memanfaatkan pemerintah setempat, pihak kecamatan, kelurahan, RW dan RT dalam pengambilan data kepada masyarakat yang dapat menerima BST yang belum disentuh program sosial apapun.

“Ini bukan angggaran sedikit, ada 14.292 KK yang diberikan uang selama 3 bulan, jadi sebanyak Rp 25.725.600.000 anggaran yang disebar di 14 kecamatan, 10 persen saja tidak tepat sasaran artinya sudah sebanyak Rp 2,5 miliar anggaran yang yang terkesan terbuang,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Maros, Prayitno, mengungkapkan jika BST diberikan kepada masyarakat yang tidak terkena program bantuan sosial sebelumnya.

“Dana bantuan ini bersumber dari Kementerian Sosial, dengan sasaran masyarakat rentan miskin yang ada dalam data DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,” ungkapnya.

Data tersebut merupakan update tahun 2015, sebab verifikasi tahun 2019 belum rampung dilaksanakan akibat Covid19.

“Khusus untuk penanganan Covid19 ini adalah keluarga rentan, ketika tidak dibantu, bisa menjadi tidak mampu, akhirnya dia jadi miskin. Maka diantisipasi dengan dana ini,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi adanya bantuan yang tidak tepat sasaran, Dinas Sosial Maros telah membuat posko pengaduan bantuan.

Apabila ada warga yang memenuhi kriteria tapi tidak mendapat bantuan bisa melakukan laporan. Pihaknya berharap BLT ini tepat sasaran.

“Kami buat posko, karena bisa jadi ada kesalahan data, yang akan kami teruskan ke Kementrian. Sebab yang membuat kebijakan adalah Kementrian Sosial,” tuturnya.

Selain bantuan dari pemerintah, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, atas nama kemanusiaan, berbagai pihak, lembaga-lembaga sosial, organisasi masyarakat, juga para dermawan, juga menyalurkan bantuan dengan berbagai bentuknya. (*)

Selanjutnya

Pemuda Rumbia Simbang Maros Ubah Kebiasaan Lama dengan Berbagi

Rab Mei 20 , 2020
Puluhan pemuda Dusun Rumbia Desa Tanete Kecamatan Simbang Kabupaten Maros membagikan ratusan paket buka puasa di sekitar Taman Patung Kuda Maros, Rabu (20/5/2020). Ratusan paket tersebut mereka berikan kepada tukang becak dan pengendara yang melintas. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, mereka patungan untuk membeli makanan tersebut. “Jumlah paketnya […]
*Ubah Kebiasaan Lama, Ini Kebiasaan Lama