Pencurian Kotak Sedekah Masjid Marak di Maros

Aksi pencurian kotak sedekah masjid marak terjadi di Maros. Bahkan di Kecamatan Bontoa Maros, berdasarkan laporan warga, ada tiga masjid sekaligus yang dibobol pencuri.

Pencurian kotak sedekah masjid

Ketiganya, yakni Masjid Madina, Masjid Nurul Qalbi dan Masjid Nurul Iman. Semuanya berlokasi di Kecamatan Bontoa.

Pengurus Masjid Madina, Abdul Salam, 65 tahun, mengungkapkan, pembobolan kotak sedekah terjadi pada Ahad 10 Mei sekitar pukul 12.30 Wita. Ia memperlihatkan kotak sedekah yang telah dirusak pencuri.

“Isi kotak sedekah dalam satu malam biasanya Rp 200-300 ribu,” ujarnya, Senin (17/5/2020).

Ia menduga pencuri berniat pula mengambil amplifier masjid lantaran gemboknya sudah dirusak. Namun, aksi tersebut gagal dilancarkan.

Sementara, pengurus Masjid Nurul Qalbi, Daud, 67 tahun, mengungkapkan, pencuri justru mengambil amplifier, bukan kotak sedekah.

“Saya ke masjid jam 10.00 pagi, ampli sudah hilang. Harganya Rp 5 juta,” ungkapnya.

Kapolsek Lau Maros, AKP Sulaeman mengatakan, belum ada laporan terkait pencurian di masjid tersebut. Namun warga sudah diminta untuk melaporkan.

“Sebenarnya diimbau dari dulu, setiap ada kejadian, laporkan,” jelasnya.

Sebelumnya aksi pencurian di masjid terjadi di Masjid Balange Boribellaya Lau dan Masjid Baitul Karim Langkeang Mattiro Deceng Lau, Juga Masjid Nurul Arifin Bonto Jolong Turikale.

Aksi pencurian di masjid juga terjadi di Masjid Al Mujahidin Labuaja Cenrana. Kotak sedekah dari besi yang diikat permanen dengan cara dilas, digasak pencuri.

Uniknya, kotak sedekah dikembalikan lagi dalam keadaan kosong. Namun setelah terisi lagi, dicuri lagi, sampai tiga kali. (*)