Lima Warga Maros Dibekuk Polisi Karena Aniaya Tahanan Polsek

Pemaksaan dan penganiyaan terhadap seorang tahanan terjadi di Mapolsek Camba Kabupaten Maros. Penganiayaan dilakukan oleh 5 orang yang saat ini sudah diamankan oleh Polres Maros.

Lima Warga Dibekuk Polisi Setelah Terobos Mapolsek Camba Maros dan Aniaya Tahanan
Penganiayaan itu terjadi pada Rabu 13 Mei pukul 02.00 Wita.

Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong mengatakan, tahanan merupakan pelaku pencurian dan 5 orang datang menganiaya tahanan, mereka merupakan keluarga korban pencurian.

“Lima orang yang memaksa masuk ke Mapolsek Camba melakukan menganiaya ke seorang tahanan. Motif pelaku untuk balas dendam kepada tahanan karena melakukan pencurian di toko milik keluarganya,” ujarnya di Kantor Mapolres Maros, Kamis (14/5/2020).

Sekitar pukul 00.20 Wita, pelaku datang ke Mapolsek Camba mengendarai empat unit sepeda motor bersama 7 orang untuk mengecek tahanan.

“Di depan pintu gerbang piket Mapolsek, mereka ingin masuk mengecek tahanan, tapi Aiptu Rusdi yang saat itu piket menyampaikan kalau saat ini sudah bukan jam besuk,” jelasnya.

Namun mereka seolah-olah tidak yakin jika tahanan ada di dalam dan meminta untuk melihat langsung, sehingga piket memberi kebijakan dengan syarat, hanya satu orang yang bisa melihat tahanan, yakni atas nama Amirullah dan setelah dicek benar tahanan ada dalam sel.

“Petugas piket pun meminta mereka agar pulang, kemudian yang bersangkutan keluar dari Mapolsek bersama rekannya yang menunggu di depan pintu gerbang, namun sesuai aturan anggota jaga memberitahu agar besok siang datang kalau mau membesuk,” ungkapnya.

Selanjutnya sekitar 2 jam kemudian, sekitar pukul 02.00 Wita, pelaku datang kembali bersama rekannya dengan jumlah yang lebih banyak dan membuka sendiri pintu gerbang pagar Mapolsek dan memaksa melihat tahanan.

“Kedua orang pelaku, yaitu Amirullah dan Anwar menarik tahanan dari sela-sela teralis sel, kemudian membenturkan kepala tahanan di teralis sehingga tahanan mengalami luka dan berdarah pada alis sebelah kiri. Rekan-rekan pelaku yang lain yang berada di luar ikut mendesak masuk, tapi dihalau oleh anggota piket,” tuturnya.

Setelah itu beberapa pelaku mulai menampakkan gejala yang berpotensi melukai petugas karena beberapa pelaku membawa parang dan gunting.

“Melihat kondisi psikis pelaku rada-rada teler dan bau minuman keras, melawan petugas. Aiptu Irwan melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Di saat bersamaan, Kapolsek tiba di Mapolsek dan langsung memerintahkan anggota untuk mengamankan pelaku dan menyita barang bukti berupa parang dan gunting. Akhirnya situasi dapat dikendalikan dan berhasil mengamankan lima orang pelaku yang membawa senjata tajam,” jelasnya.

Adapun lima pelaku yang diamankan adalah, Amirullah (44) pekerjaan petani, alamat Desa Baji PamaiĀ  Kecamatan Cenrana.

Syaipul (23), pekerjaan pelayaran, alamat Desa Baji Pamai Kecamatan Cenrana. Amri (19), alamat Desa Baji Pamai kecamatan Cenrana.

Anwar, (27), bekerja sebagai perangkat desa, alamat Desa Baji Pamai Kecamatan Cenrana. Feri (29) bekerja sebagai honorer, alamat Desa Baji Pamai Kecamatan Cenrana.

“Korban penganiayaan bernama Akhnan, umur 23 tahun, alamat Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu dan ditahan karena melanggar pasal 363 (1) KUHP,” ujarnya.

Pelaku diancam dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, berdasarkan pasal 170 ayat 1-2 KUHPidana. (*)

Selanjutnya

Polsek Bantimurung Maros Ungkap Pesta Ballo di Bulan Ramadan

Jum Mei 15 , 2020
Meski dalam bulan Ramadan dan kondisi wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid19), sejumlah masyarakat masih nekat melakukan pesta minuman keras (miras) tradisional ballo. Pesta ballo ditemukan di sejumlah lokasi di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Bantimurung Maros. Aksi tersebut diketahui setelah Kapolsek Bantimurung, AKP Andi Huseng, didampingi sejumlah Kanit Lantas, melaksanakan […]
Polsek Bantimurung Maros Temukan Warga Pesta Ballo di Bulan Ramadan