Gubernur Sulsel Apresiasi Penanganan Covid-19 Maros Meski Tanpa PSBB

Kabupaten Maros memiliki jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 36 orang, PDP 19 orang dan ODP 201 orang, hingga Kamis kemarin.

Penanganan Covid-19 di Maros On The Track, 21 Orang Dinyatakan Sembuh

Sementara untuk klaster penyebaran Covid-19 di Maros, tercatat ada 4, yakni klaster umrah, bandara, pendatang atau pulang kampung dan itjima.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman menyampaikan, setiap klaster dengan karakteristik berbeda dilakukan isolasi dan perbaikan gizi.

“Kita perbaiki gizinya, apa keinginannya sehingga mereka cepat sehat. Alhamdulillah, dari 36 itu, kalau berdasarkan hasil swab sudah 21 negatif, jadi sisa sepuluh lebih yang masih perawatan dan itu OTG. Cuma dua dirawat dan itu pun gejalanya ringan,” ujarnya kepada Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah di Gedung Serbaguna Maros yang juga menjadi Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, Jumat (8/5/2020).

Dia juga menjelaskan, bahwa penanganan Covid-19 di Maros telah on the track walaupun tanpa memberlakukan PSBB. Sehingga, ia optimistis akhir Mei dapat terbebas dari pandemi ini.

Hatta Rahman juga mengapresiasi program Wisata Covid-19 yang digagas Pemprov Sulsel, sebab membantu daerah untuk menyelesaikan persoalan Covid-19 ini.

“Kami apresiasi program Pak Gubernur, yakni Wisata Covid, sehingga kita di daerah juga tidak terlalu terbebani. Begitu ada, kita kirim ke sana. Ini inovasi yang sangat baik dari Pak Gubernur. Mungkin daerah lain harus contoh. Kami di kabupaten bersinergi, provinsi juga berinovasi. Terbukti Sulsel dengan tingkat persentase kesembuhan tertinggi di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah menyampaikan, pasien positif dapat sehat dan sembuh dengan cepat karena dukungan pemberian gizi yang diberikan.

“Beliau itu berikan gizi yang luar biasa, sesuai permintaan pasien, itu hebat. Misalnya minta apel atau susu itu dipenuhi semua. Jadi intinya pemberian gizi itu sangat menentukan tingkat kesehatan. Itu yang patut dicontoh, tidak hanya mengisolasi tetapi juga disertai dengan jaminan gizi. Itu yang membuat tingkat kesehatannya tinggi,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan walaupun Maros tidak memberlakukan PSBB, namun pada prinsipnya telah menjalani hal-hal yang diberlakukan pada PSBB.

“Apa yang harus diberlakukan di PSBB juga sebenarnya sudah dilakukan oleh Pak Bupati,” ujarnya.

Dalam penanganan Covid-19 bukan soal besarnya anggaran tetapi kepatuhan. Pada kesempatan ini Gubernur Sulsel menyerahkan bantuan peralatan penanganan Covid-19 donasi non-APBD. (*)

Selanjutnya

Petugas Pos Pengamanan Batas Maros dan Pangkep Periksa Suhu Tubuh Pengendara

Jum Mei 8 , 2020
Sebagai langkah antisipasi penyebaran coronavirus agar tidak semakin meningkat, petugas gabungan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Polres Maros dan Pos Pantau Penjaringan Covid-19 Maros di perbatasan Maros dan Pangkep melakukan pengecekan subu tubuh kepada pengendara yang melintas memasuki wilayah Maros. Selain pemeriksaan suhu tubuh, tim posko juga mengimbau kepada warga agar […]
Petugas Pos Pengamanan Batas Maros dan Pangkep Periksa Suhu Tubuh Pengendara