Rapat Paripurna DPRD Maros Digelar Secara Virtual: Bahas Perubahan KUA-PPAS

DPRD Kabupaten Maros mengelar rapat paripurna secara virtual atau daring dengan aplikasi Zoom Cloud pada Senin 4 Mei kemarin.

Rapat Paripurna DPRD Maros Digelar Secara Virtual: Bahas Perubahan KUA-PPAS

Hal ini sebagai bentuk pencegahan dan meminimalkan physical contact.

Meskipun dalam pelaksanaan rapat secara virtual ini masih terdapat kendala kecil, semisal jaringan, namun berjalan dengan baik dan lancar.

Sejumlah Anggota DPRD Maros, sekali pun rapat dari rumah, tetap diwajibkan menggunakan Pakaian Sipil Resmi (PSR). Rapat ini diikuti sekitar 50 orang dari Pemkab Maros dan 28 orang dari DPRD Maros.

Jumlah Anggota DPRD Maros yang ikut memang telah kuorum, namun masih ada beberapa dari mereka yang tidak ikut rapat paripurna secara online ini.

Rapat paripurna kali ini mengagendakan penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Maros akhir tahun anggaran 2019, Penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020 serta Penetapan Perubahan Propemperda 2020.

Dalam rapat ini, Bupati Maros, HM Hatta Rahman memaparkan relevansi Instruksi Presiden tentang Pengalokasian Anggaran untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah ini, menghasilkan perubahan pada KUA dan PPAS pada tahun anggaran berjalan.

“Jadi berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, perubahan KUA yang diusulkan pendapatan pada APBD pokok yang direncanakan sekitar Rp 1.533.225.141.871 mengalami penurunan menjadi Rp 1.281.029.309.000. Sementara dari sisi pembelanjaan, dalam APBD induk yang direncanakan sebesar Rp 1.556.225.141.871 mengalami penurunan pada perubahan menjadi Rp 1.399.881.847.063,” ujarnya, Selasa (5/5/2020).

Sementara Sekda Maros, A Davied Syamsuddin mengungkapkan bahwa ada pengurangan dana transfer pusat. Terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Desa.

“Kita minta dinas tidak menjalankan kegiatan yang tidak produktif. Semua dipotong, totalnya Rp 122 miliar di anggaran perubahan,” jelasnya. (*)

Selanjutnya

Balapan Liar Kembali Marak di Maros

Sel Mei 5 , 2020
Aksi balapan liar kembali marak di Kabupaten Maros. Balapan liar tersebut dilakukan oleh sekelompok anak muda usia remaja. Balapan liar dimulai selepas Salat tarawih, salat subuh atau menjelang berbuka puasa. Aksi ini mengganggu pengendara lain. Menyikapi hal ini, Polres Maros melakukan operasi penertiban balapan liar yang dilakukan mulai subuh hingga […]
Balapan Liar Kembali Marak di Maros