Kejaksaan Akan Kawal Anggaran Penanganan Covid-19 Maros 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros berjanji akan terus mengawal penggunaan anggaran penanganan pandemi Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros agar lebih cepat dan tepat sasaran.

Kejaksaan Akan Kawal Anggaran Penanganan Covid-19 Maros 

Dari rencana anggaran yang disiapkan Pemkab Maros sebesar Rp 14 miliar untuk penanganan Covid-19, Rp 1,9 miliar diantaranya sudah dalam tahap realisasi.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Maros, Dhevid Setiawan mengatakan, anggaran Pemkab Maros yang terealisasi saat ini, memang baru sebesar Rp 1,9 miliar sebagai tahap awal.

Pihak Pemkab Maros masih membahas pengalihan anggaran karena semua anggaran dari pusat dipotong.

“Jadi kenapa hanya Rp 1,9 miliar, karena memang anggaran yang itulah yang ada sekarang dan terealisasi. Yah ini tahap awal, semua anggaran dari pusat kan dipotong, termasuk anggaran Kejaksaan, makanya Pemkab ini sekarang lagi membahas anggaran apa yang akan dialihkan. Nah kami yang dampingi itu,” ujarnya, Selasa (21/4/2020).

Pihaknya sebagai pengacara negara akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Maros terkait pengalokasi anggaran itu dalam hal pendampingan secara hukum.

Menurutnya, ada atau tidaknya pandemi ini, pihaknya memang telah lama melakukan pendampingan hukum seperti itu.

“Sebagai pengacara negara, yah memang itu salah satu tugas kami. Jadi bukan karena adanya pandemi saja. Tapi di masa saat ini, kami ingin agar dana itu bisa lebih cepat dan bisa tepat sasaran dan tidak ada indikasi KKN di dalamnya,” jelasnya.

Sementara itu, kepala seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Siti Hajiani menyebut, pendampingan hukum yang dilakukan oleh Kejari Maros lebih spesifik pada konsultasi penggunaan anggaran yang sesuai dengan aturan yang ada. Persoalan tekhnis, tetap ada di tangan Pemkab Maros.

“Jadi pihak Pemkab berkonsultasi ke kami soal penggunaan anggaran dan kami yang beri masukan secara hukum. Misalnya, saat ini pembelian APD yang sekarang mahal dan mungkin tidak sesuai harga dasar, yah harus tetap diadakan karena memang mendesak,” ungkapnya.

Dia menyebut, alokasi anggaran Rp 1,9 miliar yang dikawal oleh Kejari Maros saat ini, memang dikhususkan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) dan alat Kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19 karena memang kebutuhan itulah yang paling diutamakan saat ini.

“Jadi dana itu sudah dipakai untuk pembelian APD bagi tenaga medis saat ini, karena kan memang itu yang urgen. Kalau soal anggaran lain, mungkin itu baru dibahas oleh Pemkab. Nah nanti kami yang akan dampingi secara hukum,” paparnya.

Sebelumnya, Seretaris Daerah (Sekda) Maros, Davied Syamsuddin menyebut, jika total anggaran yang akan disiapkan oleh Pemkab Maros dalam penanganan Covid-19 ini sebesar Rp 14 miliar.

Namun, ia mengaku penggunaan anggaran itu akan dilakukan secara bertahap dan harus dikonsultasikan dengan pihak terkait termasuk Kejari.

“Penggunaannya kan ini harus serba hati-hati yah. Kita tidak boleh sembarangan mau beli ini dan itu. Kita ini diawasi oleh banyak pihak, mulai dari Kejasaan, BPK dan juga KPK. Kita tidak mau penggunaan anggaran ini bermasalah di kemudian hari,” jelasnya. (*)

Selanjutnya

Gugus Tugas Covid-19 Lau Maros Kembali Bagi-bagi Masker

Sel Apr 21 , 2020
Pemerintah Kecamatan Lau Kabupaten Maros terus melakukan gerakan lawan coronavirus untuk memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Lau bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Lau dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kecamatan Lau ini, kembali melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 dengan pembagian […]
Camat Lau Maros Kembali Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Covid-19