Jubir Covid-19 Maros Minta Gugus Tugas Sulsel Koreksi Data Pasien Positif

Update data pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Selatan (Sulsel) di situsweb covid19.sulselprov.go.id, menjadi polemik.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Maros Minta Sulsel Koreksi Data Pasien Positif

Data terakhir menyebut, pasien positif Covid-19 Maros bertambah 1 orang. Pasien tersebut, yakni perempuan 34 tahun, alamat Lingkungan Bontoa Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa. Periksa mandiri,sementara dirawat di RS Awal Bros Makassar.

Hal itu berdasarkan data dari Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Provinsi Sulsel, pada Ahad 19 April lalu.

Namun berdasarkan konfirmasi pemerintah setempat, pasien positif tersebut ber-KTP Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai.

Dari rekaman berdurasi 3 menit 12 detik yang beredar, pasien positif  ditelepon oleh Babinsa Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa.

Diketahui, di Maros terdapat dua Kelurahan Bontoa. Masing-masing di Kecamatan Bontoa dan Mandai.

Dalam percakapan tersebut, Babinsa menanyakan alamat pasti dari pasien positif berinisial CN, yang ternyata bukan dari Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa. Tapi Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai.

Bahkan pasien positif mengaku sudah tak tinggal lagi di Maros. Dia pindah ke Makassar sejak tahun 2019 lalu.

Hal itu juga disampaikan oleh Camat Bontoa, Armansyah Amiruddin yang meminta melakukan pelacakan terhadap pasien positif Covid-19 dimaksud.

“Setelah dilakukan konfirmasi langsung terhadap pasien bersangkutan melalui telepon, maka didapatkan informasi bahwa pasien positif tersebut pernah tinggal di wilayah Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai, namun sekarang berdomisili di Daya Makassar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin, mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke pihak Provinsi Sulsel untuk dilakukan koreksi data.

“Saya sudah konfirmasi ke Provinsi. Malah saya minta dipindahkan datanya ke Makassar karena pasien ini tidak tinggal lagi di Maros sejak November 2019,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Untuk update pada Senin kemarin, dr Syarifuddin menjelaskan, data masih memperlihatkan posisi adanya 1 orang positif di Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa. Data tersebut masih mengikuti data Provinsi Sulsel. Namun pihaknya akan terus mengikuti perkembangannya untuk koreksi.

“Terima kasih pengertian masyarakat Kecamatan Bontoa. Mari kita pertahankan Kecamatan Bontoa zero positif Covid-19,” ucapnya. (*)

Selanjutnya

Dandim 1422 Maros Jelaskan Tentang Pengusulan PSBB

Sel Apr 21 , 2020
Bupati Maros, HM Hatta Rahman beserta jajaran Pemkab Maros saat ini sedang menyusun penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tepat di Kabupaten Maros. Setelah Gowa mengajukan PSBB, menyusul Kota Makassar. Hal itu disampaikan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros, Letkol Inf Farid Yudho. “Ada beberapa tantangan, bukan kendala, dikarenakan […]
Dandim Maros Tanggapi Usulan PSBB