Pemkab Maros Siapkan Bantuan Uang Bagi 1.658 Pekerja Informal

Perkembangan penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Maros terus mengalami peningkatan, bahkan saat ini Maros menempati urutan ke-3 di Sulawesi Selatan dari jumlah pasien positif.

Maros
Sekda Maros, Andi Davied Syamsuddin.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan, wabah Covid-19 juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat Maros. Berdasarkan data sementara, saat ini ada sekira 1.658 pekerja informal yang terkena dampaknya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin.

“Ada masyarakat yang terdampak akibat Covid-19. Sehingga pendapatannya turun atau tidak lagi mendapatkan penghasilan dengan aktivitas sehari-hari sebelum adanya Covid-19. Saat ini kami data ada 1.658, pekerja informal atau personal. Untuk pekerja formal saat ini sedang didata Disnaker, warga yang bekerja di perusahaan,” ujarnya, melalui media, Sabtu (18/4/2020).

Terkait kompensasi bagi pekerja, pemerintah daerah berencana memberikan Rp 500 ribu per pekerja.

“Rp 500 ribu per bulan, tapi kita akan lihat kemampuan anggaran dengan jumlah orangnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan, pihaknya akan menyiapkan anggaran Jaringan Pengaman Sosial (JPS).

“Kita akan data dulu. Bagi yang sudah dapat dari pusat maka tidak dapat dari Pemda dan sebaliknya. Kita akan sinkronkan dulu datanya dengan pusat,” tutupnya. (*)