Pimpinan Bank Sulselbar Maros Jelaskan Soal Penundaan Pembayaran Kredit

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat atau Bank Sulselbar mengeluarkan kebijakan keringanan pembayaran kredit atau penundaan kewajiban pembayaran kredit.

Bank Sulselbar Maros
Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Maros, Hazjul dan Pimpinan Bank Sulselbar Syariah Cabang Maros, Yusran.

Hal itu sebagai bentuk perhatian kepada nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran angsuran kredit akibat dampak pendemi Covid-19.

Bagi nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran angsuran kredit akibat dampak wabah coronavirus dan ingin mengajukan permohonan keringanan kredit, Bank Sulselbar menawarkan nasabah menyampaikan permohonan keringanan (restrukturisasi kredit) untuk melakukan penundaan kewajiban pembayaran.

Untuk pengajuan permohonan, segera menghubungi petugas Unit Kredit kami di kantor cabang atau cabang pembantu terdekat.

Kebijakan ini merupakan komitmen Bank Sulselbar untuk menjadi mitra dalam memberikan solusi kepada nasabah dalam kondisi apapun.

Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Maros, Hazjul menyampaikan, penundaan pembayaran ini berlaku bagi pelaku usaha yang kesulitan membayar kewajiban kreditnya.

“Kebijakan ini terkait dengan dikeluarkan oleh Pemerintah/OJK sesuai POJK Nomor POJK-11/3/2020. Nasabah dapat bermohon untuk dilakukan restrukturisasi kredit, namun tetap dilakukan verifikasi oleh petugas bank,” ujarnya, Selasa (14/4/2020).

Dia menambahkan, kebijakan ini tidak termasuk kredit PNS, sebab PNS memiliki penghasilan setiap bulan. Dirinya mengaku mendapatkan banyak pertanyaan terkait hal ini, terutama dari kalangan PNS.

Dia berharap, kebijakan keringanan untuk melakukan penundaan pembayaran kredit ini membuat pelaku usaha, terutama UMKM, dapat bertahan ditengah wabah Covid-19 dan semoga pendemi tersebut segera berakhir. (*)