Pasien Positif Covid-19 di Maros Punya Riwayat Perjalanan Umrah

Seorang pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 62 tahun, warga Desa Tenrigankae Kecamatan Mandai Kabupaten Maros dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Pasien Positif Covid-19 di Maros Punya Riwayat Perjalanan Umrah
Ilustrasi coronavirus.

Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan (TGP2) Covid-19 Kabupaten Maros, dr Syarifuddin mengatakan, pada awal pemeriksaan di Rumah Sakit TNI AU Dody Sardjito Mandai Maros, pasien mengaku tidak pernah melakukan perjalanan keluar negeri.

Namun belakangan baru diketahui, ternyata dia baru pulang melaksanakan ibadah umrah pada 6 Maret 2020.

“Awalnya pasien tidak berterus terang bahwa ia baru pulang umrah, sehingga saat pemeriksaan tidak ada perkiraan yang mengarah ke Covid-19,” ujarnya, Jumat (27/3/2020).

Sebelumnya pasien hanya mengeluh pada bagian jantung, sehingga langsung di rujuk PAJT Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan empat hari kemudian, pasien tersebut positif Covid-19.

Dokter yang sempat merawat pasien itu di RS AURI harus diisolasi karena saat melakukan pemeriksaan dokter tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD.

Untuk diketahui, infeksi Covid-19 disebkan oleh virus jenis baru, SARS-CoV2 atau dikenal dengan nama novel coronavirus (nCoV).

Gejala paling umum infeksi virus ini yakni demam, batuk kering, gangguan pernapasan dan gejala mirip pneumonia. (*)

Selanjutnya

Saat Ini Maros Tak Kekurangan APD

Sab Mar 28 , 2020
Hingga saat ini, Alat Pelindung Diri (APD) dari virus untuk tenaga medi di Maros masih mencukupi. APD tersebut mencukupi untuk jumlah pasien coronavirus sebanyak 14 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 3 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 10 orang, sementara 1 orang dinyatakan positif. Juru Bicara Tim Gugus […]
Maros Tak Kekurangan APD