Ibu-ibu Bontokapetta Maros Jahit Masker kemudian Dibagi-bagikan

Sejumlah ibu-ibu di Lingkungan Bontokapetta II Kelurahan Alepolea Kecamatan Lau Kabupaten Maros, berinisiatif menjahit masker dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Masker Langka Dan Mahal, Ibu-Ibu Di Alepolea Maros Swadaya Jahit Masker Dan Bagikan Secara Gratis
Ibu-ibu di Bontokapetta II Alepolea Lau Maros menjahit masker untuk dibagikan.

Seorang pencetus pembuatan masker ini, Hasrina mengatakan, hal itu melihat kondisi masker langka dan mahal di pasaran saat ini.

Maka dirinya bersama ibu-ibu di Bontokapetta membuat dan menjahit sendiri masker untuk dibagikan secara gratis.

“Kasihan banyak orang mengeluh tidak bisa mendapatkan masker. Bahkan petugas di rumah sakit pun kekurangan. Di RS Wahidin Sudirohusodo penjenguk dilarang masuk kalau tidak memakai masker, sementara mereka tidak tau harus beli di mana dan harganya mahal,” ujarnya, Selasa (24/3/2020).

Hasriani juga menjelaskan pembuatan masker ini dari kain yang dibeli permeter dan tali elastis yang kemudian digunting sesuai pola dan dijahit.

Sebelum dibagikan, kain ini juga disterilkan menggunakan alat press dengan suhu sekitar 160 derajat celcius kemudian dimasukkan ke dalam pembungkus plastik.

“Sebelum kami bagikan, tentu kami menghindari ada bakteri di kain ini, maka kami press dulu agar kuman dan bakterinya mati,” jelasnya.

Dirinya dan beberapa ibu-ibu lainnya sudah membuat masker ini selama 4 hari. Selapas mengerjakan pekerjaan rumah, siang harinya mereka mulai menjahit dan memproduksi masker hingga sore.

Perhari mereka dapat memproduksi hingga seratus buah masker.

“Kain dan bahan-bahan lain ini kita beli dari uang sumbangan masyarakat sekitar sini. Kami ada 7 orang sudah menjahit selama 4 hari. Kira kira sudah ada 13 meter kain yang terpakai,” ungkapnya.

Masker yang rampung dijahit dan disterilkan, kemudian dibagikan oleh para pemuda setempat di lokasi-lokasi yang menurut mereka rawan terpapar coronavirus.

Rencanaya pembuatan masker secara swadaya ini akan terus mereka lakukan sampai wabah covid-19 ini reda.

Mereka berharap, walaupun sederhana, upaya ini bisa membatu masayarakt yang membutuhkan masker.

Pemuda Bontokapetta yang turut membagikan masker, Arief menambahkan, selain masker, mereka juga membagikan madu hutan asli secara gratis.

“Madu dibagikan karena banyak sumbangan yang masuk. Madu kita ketahui baik buat menambah daya tahan tubuh,” ujarnya.

Selanjutnya

RSUD Salewangang Maros Tangani 1 PDP dan 3 ODP Coronavirus

Sel Mar 24 , 2020
RSUD Salewangang Maros saat ini sedang merawat pasien coronavirus dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pasien ini masuk siang kemarin. Dirut RSUD Salewangang Maros, dr Fitri Adhicahya mengatakan, pasien datang memeriksakan dirinya setelah adanya keluhan batuk, demam dan sesak nafas. “Pasien itu datang memeriksakan dirinya siang kemarin, karena adanya riwayat […]
RSUD Salewangang Maros Tangani 3 ODP dan 2 PDP