Penting Diketahui Warga Maros: Mengenal Istilah dalam Covid-19

Pandemi Coronavirus Desease (Covid-19) atau virus korona menjadi momok bagi masyarakat.

Coronavirus
Ilustrasi pasien coronavirus.

Adanya korban terjangkit bahkan meninggal dunia membuat masyarakat rutin mencari informasi dan tak jarang bertemu dengan banyak istilah yang mungkin membuat bingung.

Beberapa istilah yang sering muncul misalnya ODP, PDP, Suspect, Social Distancing dan sebagainya beredar dan sering didengar. Berikut istilah-istilah tersebut:

1. Suspect 

Ini artinya pasien yang memiliki riwayat bepergian ke negara terinfeksi virus korona atau melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Ia diduga kuat telah terinfeksi Covid-19 dan memiliki gejala terinfeksi virus tersebut.

Oleh pemerintah pasien dengan kategori suspect akan menjalani pemeriksaan dua metode, yakni Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. Dari pemeriksaan tersebut akan diketahui apakah pasien dinyatakan positif atau negatif korona.

2. ODP atau Orang Dalam Pemantauan  

Mereka yang masuk kategori ODP ialah mereka yang mengalami gejala demam, di atas 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit Covid-19 pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

3. PDP atau Pasien Dalam Pemantauan 

PDP Covid-19 yakni orang mengalami gejala demam tinggi di atas 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit Covid-19 atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

4. Pasien Positif

Pasien yang telah terbukti secara medis telah terinfeksi virus korona melalui proses pengujian laboratorium. Saat ini konfirmasi akhir status seseorang positif atau negatif ada di Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

Sebaliknya, pasien negatif adalah pasien yang tidak terbukti terinfeksi SARS-CoV-2 melalui hasil pengujian laboratorium. Istilah ini juga bisa diberikan kepada pasien yang sebelumnya dinyatakan positif corona, namun sudah sembuh dan terbebas dari virus itu.

5. Isolasi dan Karantina

Isolasi untuk yang sakit mengendalikan penyebaran penyakit dengan membatasi perpindahan orang (mencegah perpindahan penyakit dari orang yang sakit).

Karantina untuk yang sehat mengendalikan penyebaran penyakit dengan membatasi perpindahan orang (mencegah perpindahan penyakit ke orang yang sehat).

6. Imported Case dan Local Transmission

Imported case adalah seseorang terjangkit saat berada di luar wilayah pasien melapor. Sementara local transmission adalah pasien tertular di wilayah kasus ditemukan.

7. Epidemi dan Pandemi

Epidemi adalah penyebaran penyakit secara cepat dengan jumlah terjangkit banyak dan tidak normal. Penyebaran di suatu wilayah. Sedangkan pandemi padalah penyebaran terjadi secara global.

8. Social Distancing

Ada yang menyebut jaga jarak sosial, mengurangi kontak antarwarga atau dalam bahasa Inggris, social distancing. Sederhananya, tindakan-tindakan sangat penting yang diambil pemimpin formal untuk menghentikan atau memperlambat kecepatan penyakit yang sangat mudah menular, seperti virus korona atau Covid-19.

Tindakan itu mengurangi orang sakit untuk memiliki kontak dengan orang sehat. Dianjurkan agar kita menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain. Tapi social distancing lebih dari itu.

Termasuk social distancing adalah tidak bersalaman, penundaan acara-acara besar, seperti pertemuan masyarakat, hiburan, olahraga ataupun bisnis.

Anda mungkin bertanya: apakah saya boleh ke supermarket atau pasar? Jawabannya boleh tapi kurangi frekuensinya seminimal mungkin. Bila mungkin, orang yang berisiko (orang lanjut usia dan yang memiliki masalah kesehatan kronis) harus menghindari tempat umum.

9. Lockdown

Lockdown  secara harafiah artinya dikunci. Jika istilah ini digunakan pada masa pandemi penyakit seperti sekarang, lockdown bisa diartikan sebagai penutupan akses masuk maupun keluar suatu daerah yang terdampak.

Tiongkok sudah mengeluarkan kebijakan lockdown untuk kota Wuhan sejak episentrum pertama kasus itu menunjukan lonjakan kasus secara signifikan. Sekarang, beberapa negara pun sudah memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona lebih jauh lagi.

10. Work From Home (WFH)

Sebuah kebijakan yang dikeluarkan pihak berwenang kepada sebuah institusi untuk mengeluarkan aturan supaya para pekerja melaksanakan tugas-tugas rutinnya di rumah. Seperti saat itu kegiatan belajar siswa dilakukan dari rumah, beberapa kantor juga menerapkan kerja dari rumah. (*)