Pemkab Maros Berpotensi Kehilangan PAD Rp 250 Juta Saat Air Terjun Bantimurung Ditutup

Taman Wisata Alam Bantimurung Maros hari ini sudah ditutup, hal ini untuk menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Maros, HM Hatta Rahman.

Wisata Maros
Taman Wisata Alam Bantimurung Maros ditutup sementara.

Surat edaran tersebut terkait upaya mencegah penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus korona di Kabupaten Maros.

Taman Wisata Alam Bantimurung Maros sudah ditutup terlihat dari spanduk pemberitahuan penutupan sementara di depan pintu masuk kawasan air terjun Bantimurung Maros.

Warga sekitar yang juga bekerja membuka usaha souvenir di kawasan wisata alam unggulan Maros ini, nampak ikut menutup toko mereka.

Warga berharap masa waspada pandemi virus korona segera berakhir, sehingga lingkungan kawasan wisata alam ini bisa kembali seperti semula.

Sementara, Kepala Bidang Pariwisata Maros Disbudapr Maros, Yusriadi mengatakan, penutupan ini dilakukan selama dua pekan.

Selama destinasi wisata alam ini ditutup dilakukan pembersihan pada fasilitas dan lingkungan di dalam kawasan wisata.

Terkait potensi pendapatan, pihaknya menyampaikan bahwa Pemkab Maros berpotensi kehilangan PAD sebesar Rp 250 juta.

“Setiap pekan pengunjung yang datang sampai 5.000 orang, jadi jika dua pekan ada 10.000 pengunjung, jika dikali Rp 25.000 ribu per orang, maka loss cost berpotensi mencapai Rp 250 juta,” jelasnya, Rabu (18/3/2020).

Namun hal itu bukan alasan penutupan kawasan wisata ini. Alasan kesehatan, kenyamanan dan keamanan jauh lebih besar jika hanya dampak ekonomi.

“Ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, ini tentang kemanusiaan,” ungkapnya.

Selain Taman Wisata Alam Bantimurung Maros, objek wisata lain yang ditutup yakni Bantimurung Water Park, Taman Prasejarah Leang Leang, wisata gugusan kars Rammag Rammang dan Museum Daerah Maros. (*)