Jahe dan Daun Kelor Ramai Pembeli di Pasara BSM Maros

Sejak merebaknya wabah virus korona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak warga mencari tanaman obat, di antaranya jahe dan kelor.

Jahe dan Daun Kelor Ramai Pembeli di Pasara BSM Maros
Suasana Pasara BSM Maros.

Wawan Mattaliu usai mengikuti fit and proper test di Partai Gerindra.[/caption]

Bahkan di Pasar Rakyat Butta Salewangang Maros (Pasara BSM) atau Pasar Tramo Maros, jahe dan kelor mengalami kenaikan pembelian.

Seorang pedagang bahan pokok, Najmawati (42 tahun) mengatakan, kenaikan ini terjadi selama beberapa hari terakhir.

“Beberapa hari ini pembelinya tambah banyak, kemarin-kemarin saya jual lima kilo satu hari,” ujarnya, Rabu (18/3/2020).

Walau banyak pembeli, harga jahe mengalami penurunan, yang sebelumnya Rp 80 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Pedagang lainnya, Said (34 tahun) mengaku daun kelor yang dia jual selalu habis terjual setiap hari.

“Sudah empat hari selalu habis, katanya karena dibanding sayur yang lain, gizi kelor paling bagus,” jelasnya.

Meski begitu harga daun kelor tidak mengalami kenaikan, harganya tetap Rp 5 ribu per dua ikat. (*)

 

Selanjutnya

Pemkab Maros Berpotensi Kehilangan PAD Rp 250 Juta Saat Air Terjun Bantimurung Ditutup

Rab Mar 18 , 2020
Taman Wisata Alam Bantimurung Maros hari ini sudah ditutup, hal ini untuk menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Maros, HM Hatta Rahman. Surat edaran tersebut terkait upaya mencegah penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus korona di Kabupaten Maros. Taman Wisata Alam Bantimurung Maros sudah ditutup terlihat dari […]
Pemkab Maros Berpotensi Kehilangan PAD Rp 250 Juta Selama Air Terjun Bantimurung Ditutup