Bandara Sultan Hasanuddin di Maros Pasang Thermal Scanner Antisipasi Coronavirus

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang terletak di Kabupaten Maros mulai memasang thermal scanner. Alat ini dipasang di area kedatangan penumpang.

Bandara Sultan Hasanuddin di Maros Pasang Thermal Scanner untuk Antisipasi Penyebaran Coronavirus
Thermal scanner di area kedatangan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Langkah untuk mengantisipasi penyebaran wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona, yang sudah masuk ke Indonesia ini dilakukan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar.

Sebelumnya, pemasangan alat tersebut telah dilakukan di area kedatangan internasional. Maka terhitung mulai Ahad 8 Maret lalu, alat tersebut mulai dipasang di area kedatangan domestik.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin PT Angkasa Pura I, Wahyudi menuturkan, pemasangan alat thermal scanner di area domestik ini merupakan perintah langsung dari Kementerian Perhubungan yang mengharuskan semua bandara memasang alat tersebut di area kedatangan domestik.

“Alat ini sudah dipasang dua hari, tapi kami baru menggunakannya. Ini merupakan alat kedua yang dipasang di bandara. Satunya dipasang di area kedatangan internasional dan itu sudah sejak awal kita pasang. Di sini, untuk area domestik kembali dipasang atas instruksi Kementerian Perhubungan,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Dia menuturkan, alat thermal scanner ini bisa mendeteksi suhu beberapa orang sekaligus. Sehingga nantinya bila ada pengguna jasa bandara yang suhu tubuhnya di atas 38,0° selsius maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Namun sejauh ini tidak ada penumpang yang memiliki suhu tubuh sampai 38,0° C. Rata-rata suhu tubuhnya hanya berkisar 35-36° C. Tentu saja kami berharap semua penumpang dan pengguna jasa bandara memiliki suhu tubuh normal,” jelasnya.

Mengenai jumlah penumpang pesawat selama kasus virus corona ini merebak, Wahyudi menjelaskan, ada penurunan jumlah penumpang.  Utamanya untuk penumpang luar negeri.

“Ada sekitar penurunan jumlah penumpang 15 persen sampai 18 persen dari tahun lalu. Apalagi setelah pemerintah Arab Saudi mengumumkan pelarangan sementara penerbangan untuk jamaah umrah. Ada penurunan sampai 2.000 jumlah penumpang setiap harinya,” ujarnya. (*)

Selanjutnya

Sembilan Polisi di Maros Terima Penghargaan karena Ungkap Jaringan Senjata Api Rakitan

Sel Mar 10 , 2020
Sebanyak sembilan personel Polres Maros diganjar penghargaan atas keberhasilan membongkar jaringan penjual senjata api (senpi) rakitan. Penyerahan penghargaan alias reward dilakukan Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon di halaman Mapolres Maros, Selasa (10/3/2020). Selain sembilan polisi, ada dua petugas Avsec Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, turut diganjar penghargaan. “Reward […]
Sembilan Polisi di Maros Terima Penghargaan karena Ungkap Jaringan Senjata Api Rakitan