PBB Serahkan SK ke Chaidir Syam-Suhartina Bohari untuk Pilkada Maros

Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mengusung pasangan bakal calon Bupati Maros dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari.

Pilkada Maros
resmi Chaidir Syam dan Suhartina Bohari saat menerima SK DPP PBB.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan DPP PBB yang diserahkan Sekjen DPP PBB, Afriansyah Noor didampingi Ketua DPC PBB Maros, Hj Suruati dan Tim Desk Pilkada Pusat PBB di Hotel Grand Cempaka Jakarta.

“Intinya setelah dulu kami menyerahkan surat izin prinsip atau surat tugas. Sekarang kami menyerahkan SK, karena kami menganggap pasangan ini sudah melengkapi semua persyaratan untuk diusung maju di Pilkada,” ujar Afriansyah Noor, Jumat (6/3/2020).

Dengan dikeluarkannya SK ini, maka Chaidir Syam-Suhartina Bohari telah mengunci usungan PBB dan tidak dapat diganggu lagi.

“Setelah keluar SK maka istilahnya kami sudah mengunci untuk usungan ke calon lain kecuali ada hal-hal yang luar biasa,” jelasnya.

Dia berharap setelah keluarnya SK ini, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan elektabilitas dan memenangkan pertarungan dalam Pilkada Maros yang dihelat September mendatang.

Sementara itu, Chaidir Syam mengatakan, setelah adanya SK dari PBB maka dirinya bersama Suhartina Bohari bisa lebih fokus bekerja dalam pemenangan Pilkada Maros 2020.

“Alhamdulillah, SK sudah ada, sehingga ketika yang lain masih berkutat dengan parpol usungan, kami sudah menggenapkan syarat usungan. Dengan begitu, kami bisa lebih fokus dengan program pemenangan Pilkada,” ujarnya.

Meski telah mencukupkan syarat usungan parpol namun pasangan yang dikenal lewat tagline ‘Hatikita Keren’ ini masih akan mendapatkan usungan parpol lain.

“Insya Allah masih ada parpol yang akan mengusung kami, yang terbaru yang merapat adalah PPP dan juga ada partai lain jadi kita tunggu saja,” ungkapnya.

Dengan SK PBB ini, pasangan ‘Hatikita Keren’ telah memenuhi syarat untuk mendaftar di KPU, yakni 7 kursi di DPRD Maros.

Sebelumnya pasangan ini mendapat SK usungan PAN yang memiliki 6 kursi. Sementara PBB memiliki 1 kursi. (*)