Harga Masker di Maros Naik Dua Kali Lipat Sejak Kabar Coronavirus Sudah Masuk Indonesia

Penjualan masker di Maros ikut meningkat, setelah kabar wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona sudah masuk Indonesia.

Harga Masker di Maros Naik Dua Kali Lipat, Pembelian Dibatasi
Manager Apotek Kimia Farma Maros, Dewi Suartika Jufri.

Misalnya Apotek Kimia Farma Maros, dalam sehari bisa terjual sampai 50 bungkus masker.

Manager Apotek Kimia Farma Maros, Dewi Suartika Jufri mengatakan, penjualan masker meningkat hingga 200 persen.

“Setelah berita kemarin, penjualan masker meningkat 200 persen,” ujar Dewi, di Apotek Kimia Farma, Selasa (3/3/2020).

Dalam sehari, ia menjual 40 bungkus masker Skrinner dan 10 bungkus masker Onemed. Bahkan 75 persen pengunjung yang datang ke apoteknya mencari masker.

Hal itu juga berpengaruh terhadap harga masker yang ikut naik di Maros.

Masker tipe Onemed yang sebelumnya Rp 45 ribu menjadi Rp 93 ribu dan masker type skinner dari Rp 7 ribu jadi Rp 15 ribu.

Untuk mengantisipasi kelangkaan masker di apoteknya, ia tidak lagi menjual masker per kotak serta membatasi jumlah pembelian. Setiap pembeli hanya boleh membeli maksimal tiga bungkus masker. (*)

Selanjutnya

Ketua PMI Maros: Donor Darah Bisa Cegah Coronavirus

Sel Mar 3 , 2020
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maros, AS Chaidir Syam menyebut donor darah bisa menjadi cara mencegah serangan penyakit, termasuk Coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona. Hal ini diungkapkannya saat melakukan donor darah bersama Karang Taruna Turikale Maros di kawasan kuliner PTB Maros, Selasa (3/3/2020). Dia menyampaikan, coronavirus atau […]
Ketua PMI Maros: Donor Darah Bisa Cegah Virus Corona