Polres Maros Gencar Patroli Siber: Jangan Sebar Berita Bohong dan Ujaran Kebencian

Jelang penyelenggaraan Pilkada Maros 2020, Polres Maros memantau arus informasi yang beredar di media sosial dengan cara patroli cyber atau siber.

Polres Maros Gencarkan Patroli Cyber, Jika Salah ‘Bergerak’ Ancaman Penjara dan Denda Menjerat
Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon bersama pejabat Polres Maros.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi akun-akun yang menyebarkan berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian atau hate speech yang bisa merusak persatuan dan ketentraman masyarakat Maros.

Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, tim ini melakukan pemantauan melalui dunia maya atau media sosial.

Mereka mengawasi pengguna media sosial yang terindikasi menyebar berita bohong dan ujaran kebencian yang dapat merusak suksesnya Pemilukada Maros 2020.

“Tim ini setiap hari melakukan pemantauan di media sosial. Apabila ditemukan, tim langsung menindak tegas para pelaku sesuai aturan yang ada,” ujarnya, melalui media, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk meminimalisasi persoalan yang akan timbul selama masa tahapan Pilkada Maros 2020. Dengan cara itu pelaksanaan Pemilu berjalan dengan lancar dan baik.

“Kami tidak menginginkan berita bohong dan ujar kebencian ini merusak pelaksanaan Pilkada Maros nantinya,” tambahnya.

Kapolres Maros juga menghimbau masyarakat agar cerdas menggunakan media sosial. Tidak mudah mempercayai dan menyebarkan konten konten hoax dan konten-konten propokatif yang dapat memecah
persatuan.

“Jangan mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya,di cek dulu,jangan ikut menyebarkan informasi yang bernada propokatif dan mengandung ujaran kebencian. Bagi Anda yang suka mengirimkan kabar bohong atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan, harap berhati-hati,” ungkapnya.

Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Di dalam pasal itu disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. (*)

Selanjutnya

Viral Warkop Penitipan Suami di Maros Tampil di Hitam Putih

Kam Feb 20 , 2020
Warung kopi (Warkop) Daeng Tene yang terletak di kawasan pusat perbelanjaan Grand Mall Maros cukup unik. Selain menggunakan teko kuningan manual dalam meracik kopi, warkop ini dikenal sebagai ‘warkop penitipan suami’. Pasalnya warkop ini dipadati oleh pengunjung pria yang mengantar istrinya berbelanja. Baca juga: Kisah UMKM Maros: Dari Perawat ke […]
Viral Warkop Penitip Suami di Maros Tampil di Hitam Putih