Pemuda Mabuk di Maros Tantang Polisi Berkelahi Karena Ditegur Tak Pakai Helm

Sebuah video seorang pemuda yang menantang Polisi berkelahi viral di media sosial (medsos). Setelah ditelusuri, kejadian itu terjadi di depan Markas Polsek Lau Maros, pada Senin 3 Februari lalu.

Pemuda Mabuk di Maros Tantang Polisi Berkelahi karena Diteg
Tangkapan layar video viral pemuda mabuk di Maros tantang Polisi berkelahi.

Pemuda itu belakangan diamankan dan menyesali perbuatannya.

Kapolsek Lau Maros, AKP Sulaiman, mengatakan kejadian bermula saat pemuda berinisial IN berusia 20 tahun, datang ke kantor Polisi untuk membuat laporan pada Senin lalu.

Ketika hendak masuk melalui pintu penjagaan, Polisi menegurnya lantaran dia tak memakai helm.

Teguran itu tidak direspon baik oleh sang pemuda yang belakangan diketahui mabuk. Dia bereaksi dengan menantang Polisi berkelahi.

Dalam rekaman video, tampak pelaku menunjuk-nunjuk ke arah Polisi dan mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Saat Polisi yang lain mencoba menenangkannya, dia justru menarik Polisi tersebut. Akibatnya, pengait topi milik Polisi itu putus, bahkan lambang pangkat yang menempel di seragam copot.

Kejadian ini terekam video amatir warga hingga viral di medsos. Beberapa jam usai kejadian, Polisi mendatangi pelaku di rumahnya dan membawanya ke Markas Polsek Lau.

Usai diperiksa, pelaku IN langsung ditahan.

“Jadi tujuan pelaku ingin datang melapor dan tidak pakai helm lalu ditegur petugas. Namun pelaku balas membentak dan menantang. Saat diajak masuk ke pos penjagaan dia berontak. Alhamdulilah anggota kami tidak ada yang menggubrisnya,” ujar AKP Sulaiman, Rabu (5/2/2020).

Dia mengungkapkan saat kejadian kondisi pelaku diduga dalam pengaruh minuman keras (miras).

“Pemuda ini sudah bau alkohol saat datang. Bicaranya pun tak keruan,” katanya.

Saat ini, pemuda tersebut sudah ditahan di Mapolsek Lau Maros untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia disangkakan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan subsider Pasal 212 KUHP terkait melawan petugas dengan ancaman satu tahun penjara.

Sementara, IN mengaku menyesali perbuatannya yang telah berbuat onar dan menantang Polisi untuk berkelahi.

Ia memohon maaf atas perilaku buruknya dan berdalih khilaf. Terlebih, saat itu ia tengah berada di bawah pengaruh minuman keras alias miras.

Menurut IN, aksinya itu juga dilatari lantaran dirinya memiliki masalah keluarga. Sang pemuda mengaku emosi saat ditegur aparat tatkala hendak membuat laporan Polisi.

“Saya sedang ada masalah keluarga. Saya minta maaf dan khilaf,” ucapnya. (*)

Selanjutnya

Pengusaha Muda Maros Masuk Jajaran Pengurus Pusat HIPMI

Rab Feb 5 , 2020
Andi Safriadi Adam menjadi satu-satunya putra Maros yang masuk dalam kepengurusan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia dilantik 15 Januari lalu di Hotel Raffles Jakarta. Sebelumnya ia merupakan mantan Ketua HIPMI Maros 2013-2016 dan Bendahara HIPMI Sulsel 2016-2019. Afri, sapaan akrab Andi Safriadi Adam memulai kiprahnya […]
Pengusaha Muda Maros Masuk Jajaran Pengurus Pusat HIPMI