Gubuk Reyot Sannari Warga Miskin Suli-suli Maros Kini Layak Huni

Gubuk reyot warga kurang mampu, Sannari (45 tahun) di Lingkungan Suli-suli Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, sudah berubah menjadi rumah layak huni.

Gubuk Reyot warga kurang mampu, Sannari (45 tahun) di Lingkungan Suli-suli Kelurahan Bontoa Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, sudah berubah menjadi rumah layak huni
Bedah rumah warga miskin Sannari di Suli-suli Bontoa Maros yang dilakukan oleh gabungan relawan.

Bedah rumah Sannari dikerjakan oleh tim gabungan relawan melalui aksi gerakan sosial. Relawan tersebut berasal dari beragam komunitas, organisasi sosial dan pemuda, serta masyarakat setempat.

“Tim gabungan relawan melakukan pengerjaan membangun kembali rumah ibu Sannari,” ujar koordinator aksi sosial relawan, Suryadi Ningrat, Selasa (4//2/2020).

Untuk membantu Sannari, gabungan komunitas relawan kemanusiaan Maros melakukan pengumpulan donasi dan mengerjakan perbaikan rumah.

Di antara organisasi dan komunitas yang terlibat, yakni PMI Maros, KSR-PMI Maros, Maros Nmax Community dan Pemuda Pancasila Maros.

Kurir Langit Maros, FK-PPKB PAUD Maros, Asosiasi Makeup Artis Indonesia Chapter Maros, Taruna Muhammadiyah Maros dan Trisari Grup Maros.

Battala Maros Runners, JPKP Maros, Karang Taruna Kecamatan Turikale, Komunitas Perempuan Pinter (Komputer), Oemar Bakri Community Maros, Ormas Oi Maros dan Kiwal Garuda Hitam Maros, serta donasi dari sejumlah pihak.

Kemudian Pemuda Pancasila PAC Bontoa, alumni SMAN 6 Bontoa, alumni angkatan 85 SMAN 285 Maros. Juga komunitas olahraga sepeda Salewangan Cycle Club (SCC) Maros yang diprakarsai A Armansyah Amiruddin, yang juga Camat Bontoa.

Sebelumnya Sannari mengaku sudah 40 tahun lebih menempati rumah tersebut bersama kedua orang tuanya dan seorang saudaranya.

Namun saat ini, sudah beberapa tahun hidup sendiri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia dan saudaranya telah menikah dan memiliki kehidupan sendiri.

Meski terkena matahari langsung karena atap rumahnya sudah berlubang sana-sini ataupun basah saat hujan turun.

Untuk memperbaiki rumahnya yang sudah reyot, Sannari tidak memiliki uang, sehingga harus bertahan di rumah peninggalan orang tuanya tersebut. (*)

Selanjutnya

Pemuda Maros Jadi Putra Pendidikan Sulsel

Sel Feb 4 , 2020
Sebanyak 54 peserta pemilihan Putra-Putri Pendidikan Indonesia Sulawesi Selatan 2020 telah mengikuti rangkaian proses seleksi, dari tes tertulis, wawancara, talent show, pembekalan dan karantina. Dari rangkaian proses seleksi itu, tersaring sebanyak 15 pasang finalis terbaik yang masuk ke grand final. Pemenang terbaik pada puncak acara Putra Putri Pendidikan Indonesia Sulawesi […]
Pemuda Maros Jadi Putra Pendidikan Sulsel