Bupati Maros Pantau Pelayanan KTP

Bupati Maros, HM Hatta Rahman memantau pelayanan di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Bupati Maros Pantau Pelayanan KTP
Bupati Maros, HM Hatta Rahman saat memantau pelayanan KTP.

Dia datang melihat langsung kondisi pelayanan di kantor tersebut, setelah mendapat beberapa keluhan dari masyarakat, pemantauan dilakukan Senin kemarin.

“Kita memantau langsung proses pelayanan di kantor Dukcapil, karena ada beberapa laporan yang masuk ke saya kalau proses pembuatan KTP kadang-kadang tersendat. Jadi kita ingin lihat bagaimana kondisi pelayanannya, apa penyebabnya, sehingga pelayanan kadang tersendat,” ujarnya, Selasa (28/1/2020).

Dia menambahkan, untuk kondisi kantor Dukcapil sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya, karena ruang tunggu sudah lebih luas. Sehingga warga yang datang mengurus, meski antrian banyak tetap nyaman untuk menunggu.

“Sistem antrian juga sudah cukup baik, saya sudah cek adanya pengurusan yang kadang terlambat itu karena jaringan tergantung dari pusat, sehingga jika jaringan lambat maka akan berpengaruh pada tersendatnya pelayanan,” ungkapnya.

Pihaknya berkomitmen akan terus memperbaiki dan menyempurkan pelayanan administrasi kependudukan bisa semakin cepat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dukcapil, Eldrin Saleh mengakui kendala yang dihadapi Dukcapil sehingga kadang pelayanan tersendat adalah jaringan yang tergantung pusat.

“Sistem kan terintegrasi dengan pusat, sehingga misalnya ada perubahan data penduduk tapi tidak connect jaringan maka otomatis tidak bisa jalan lagi,” paparnya.

Kendala lain yang dihadapi Dukcapil adalah kepingan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dijatah dari pusat sehingga banyak warga yang mau cetak KTP tapi hanya diberi surat keterangan (suket).

Menurutnya, sekali pengambilan kepingan KTP di Jakarta pihaknya hanya dijatahi 500 keping KTP. Jumlah ini hanya mampu memenuhi kebutuhan 3 sampai 4 hari pencetakan KTP.

“Berdasarkan surat edaran Mendagri, yang diutamakan pencetakan KTP adalah perekaman baru. Jadi yang dilayani hanya warga yang baru merekam, sedangkan untuk yang hilang, rusak dan perubahan nama atau alamat hanya diberikan suket yang berlaku selama 6 bulan,” jelasnya. (*)

Selanjutnya

Warga Berterima Kasih atas Bangunan Masjid ASP di Tanralili Maros

Sel Jan 28 , 2020
Alumni Seba Polri (ASP) 93/94 menghadirkan bangunan masjid di Kampung Panasakkang Desa Kurusumange Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Pembangunan masjid ini merupakan bentuk kesyukuran ASP atas pengabdiannya selama 27 tahun di institusi Polri. Masjid sederhana itu dibangun di atas tanah wakaf almarhum Haji Uddin K Dg Pasang seluas 0,5 are, dengan […]
Bangunan Masjid ASP 93/94 di Tanralili Maros Rampung, Warga Berterima Kasih