Guru Cabul di Maros Terancam Hukuman Kebiri Kimia

Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros, terancam hukuman kebiri kimia.

Guru Cabul di Maros Terancam Hukuman Kebiri Kimia
Ilustrasi pencabulan.

Oknum guru tersebut, Rudi Samola (60 tahun), didakwa mencabuli sejumlah siswinya. Pelaku mencabuli korban di dalam ruang kelas.

Dalam persidangan terungkap, pencabulan terhadap korban rata-rata berusia 10 tahun, dilakukan terdakwa di dalam ruang kelas di depan para siswa.

“Dari kesaksian korban, mereka dipanggil ke depan satu-satu, lalu disuruh buka rok. Ada yang hanya dipegang, tapi ada satu yang mengaku sampai dibegitukan. Ironisnya ini dilakukan di ruang kelas di depan murid lain,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Maros, Mona Lasisca, mengutip laman detikcom, Jumat (24/1/2020).

Terdakwa sebagai wali kelas memanfaatkan kewenangan untuk mengatur ruangan secara leluasa. Saat ia mencabuli korban, meski di dalam kelas, tetap saja tidak bisa dilihat langsung oleh murid lain karena terhalang meja yang ditata olehnya.

Untuk memuluskan aksinya, terdakwa mengancam korban akan memberi nilai jelek hingga tidak naik kelas.

“Nah murid laki-laki ini sengaja dikasih HP nonton Youtube untuk mengalihkan perhatian saat terdakwa ini melakukan aksinya. Memang ruangannya ditata, jadi tidak terlihat begitu,” ungkapnya.

Selama dalam persidangan, terdakwa tidak pernah mengakui perbuatannya, meski semua saksi yang telah memberikan keterangan memberatkan posisinya.

Terdakwa dijerat dengan pasal 82 ayat 2 Undang Undang 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan pidana tambahan.

“Pidana tambahan di Undang Undang baru itukan sudah berlaku kebiri kimia. Itu bisa. Selain ancaman penjara 15 tahun maksimal, itu ada juga tambahan sepertiga karena posisinya sebagai pendidik,” jelasnya.

Kasus pencabulan ini diperkirakan terjadi pada Agustus 2018 dan mulai ditangani oleh penyidik Polres Maros pada pertengahan tahun 2019.

Meski sudah jadi tersangka kala itu, oknum guru bejat itu tidak ditahan dan masih tetap mengajar. Kasus ini juga tidak pernah dirilis oleh polisi.

Sidang kasus pencabulan itu telah digelar selama 8 kali dan telah masuk pada pemeriksaan ahli. Namun, ahli yang dipanggil selama 2 kali ke pengadilan tidak pernah hadir. Dijadwalkan, saksi itu pun akan dipanggil paksa oleh pihak JPU.

“Awal sidang itu Desember 2019 dan sudah 8 kali digelar. Saat ini masuk ke tahap keterangan ahli dari dokter Rumah Sakit Umum Daerah Salewangan Maros. Cuman sudah dua kali dipanggil tidak hadir, jadi akan kami panggil paksa,” ucapnya. (*)

Selanjutnya

Bosowa Semen Maros Target Tumbuh 10-15 Persen Tahun ini

Jum Jan 24 , 2020
Pertumbuhan konsumsi semen di 2019 lesu. Prediksi pertumbuhan secara nasional yang diprediksi di angka 4-5 persen tahun lalu tak mencapai target. Tak hanya secara nasional, kondisi pertumbuhan konsumsi semen secara lokal juga lesu, seperti yang dirasakan PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen). Marketing Division Head Bosowa Semen, Nur Alang mengatakan, […]
Bosowa Semen Maros Target Tumbuh 10-15 Persen Tahun ini